Beranda Lombok Barat 74 Investor Nakal Terancam Ditendang

74 Investor Nakal Terancam Ditendang

BERBAGI

LOBAR —Sebanyak 74 Investor Penanaman Modal Asing (PMA) nakal terancam dicabut izinnya oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Barat (Lobar). Pasalnya hingga kini para investor yang diduga broker itu tidak kunjung melakukan pembangunan atau membuka usaha atas lahan yang dikuasainya.
Kepala DPMPTSP Lobar, H Dulahir mengaku sudah melayangkan surat kepada para investor itu melalui email dua minggu lalu. Namun hingga kini belum ada itikat baik dari investor untuk meresponnya. “Sudah kita usulkan untuk penghapusan modalnya di BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal),” katanya saat dikonfirmasi selepas menghadiri acara di DPRD Lobar, Kemarin.
Ia mengaku sudah merasa tidak nyaman dengan investor nakal. Lantaran tidak serius mengembangkan lahan di Lobar. Sehingga sejumlah investor nakal itu sudah dimasukan daftar untuk dikeluarkan dalam investasi. Langkah itu diambil, agar investor lain yang serius dapat menggembangkannya.
“Ada yang memang sudah bentuk HGB (Hak Guna Bangunan), tetapi itu risikonya dia (dihapus modalnya) karena dia tidak mau melaksanakan itu (pengembangan),” tegasnya.
Ia menegaskan penghapusan investasi itu sesuai dengan regulasi yang mengatur. Apabila sudah lewat tiga tahun izin keluar, namun belum ada aktivitas investasi yang dilakukan. Maka tindakan tersebut dibolehkan.
“Kalau dia sudah keluar, mau masuk lagi ke daftar sulit,” imbuhnya.
Meski demikian, Dulahir mengatakan masih terdapat sejumlah investor baik yang sudah menggembangkan investasinya. Dari data yang ada, sejak tahun 2011 terdapat sekitar 260 investor asing yang masuk atau PMA. Dari jumlah itu yang masih aktif hingga kini sebanyak 194 investor. Hampir sebagian besar bergerak di bidang pariwisata. Seperti perhotelan, kesehatan maupun transportrasi.
“Ini kita pertahankan karena realisasinya bagus. Realisasi investasinya baik, penyerapan tenaga kerjanya laksanakan dan menjalankan aturan,” ungkapnya.
Sejauh ini target untuk investasi Lobar sudah mencapai 90 persen pada triwulan ke III. Dari target 2018 yang mencapai sekitar 1 miliar dollar lebih atau Rp 2 triliun lebih.
“Itu sudah 90 persen di triwulan ke III, tinggal 10 persen lagi, insya allah selesai sedikit lagi,” pungkasnya.
Sementara itu Wakil Ketua III DPRD Lobar, H Sulhan Muhlis meminta pihak DPMPTSP langsung bertindak tegas. Jika telah melihat gelagat tidak baik dari investor tersebut.
“Tidak perlu dipantau, atau ditinjau dievaluasi baru diusulkan. Langsung dicut (putuskan) saja. Sudah ada regulasinya,” tegasnya.
Ia pun mendukung langkah Dinas Perizinan untuk memberikan punishment kepada investor nakal. Sebab ia menduga ini menjadi persaingan usaha antar daerah. “Pengikat keseriusan memang perlu ada, tetapi tidak dalam bentuk memberatkan. Karena program pemerintah meringankan dan mempermudah,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here