Beranda Headline Pemeriksaan Kedua, Mantan Kades Pengembur Tak Ditahan

Pemeriksaan Kedua, Mantan Kades Pengembur Tak Ditahan

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA Agung Kunto Wicaksono

“Untuk apa menahan orang kalau kerugian negaranya tidak dikembalikan. Saya ingin ada hasil jika tersangka ditahan,”

PRAYA —Mantan Kepala Desa (Kades) Pengembur, Kecamatan Pujut Supardi Yusuf (SY) untuk kedua kalinya menjalani pemeriksaan dengan status sebagai tersangka. Namun hebatnya, tersangka kasus dugaan korupsi ADD bahkan DD ini tak kunjung ditahan jaksa.
Pria yang tercatat sebagai Caleg Provinsi dari PAN ini tiba di Kejari pukul 10.00 Wita, dia diperiksa hingga pukul 12.15 Wita. SY datang dengan didampingi oleh kuasa hukumnya. Menurut jaksa, tersangka tak ditahan karena mempunyai itikad baik untuk mengembalikan kerugian negara, sehingga kembali diberikan waktu satu minggu untuk berupaya mengembalikanya kerugian negara ditimbulkan. Tapi dengan pengembalian kerugian negara tersebut, tidak akan menghentikan kasusnya.
Kasi Pidsus Kejari Loteng, Agung Kunto Wicaksono membenarka bahwa mantan Kades Pengembur menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Namun kenapa pihaknya belum melakukan penahanan karena memang tersangka ada itikad baik. Pengakuan dari tersangka, dia akan mengembalikan uang tersebut dengan alasan akan menjual aset-aset yang dimilikinya.
“Untuk apa menahan orang kalau kerugian negaranya tidak dikembalikan. Saya ingin ada hasil jika tersangka ditahan,” tegasnya di ruang kerjanya, kemarin.
Agung menegaskan, uang yang akan dikembalikan nantinya oleh tersangka ini akan dijadikan barang bukti (BB) di Pengadilan Tipikor. Selain itu dengan pengembalian uang tersebut juga untuk meringankan hukumannya tersangka.
“Kami tetap prioritaskan kasus Pengembur ini bisa dilimpahkan sebelum akhir tahun,” jelasnya.
Agung menyatakan, penetapan mantan kades sebagai tersangka, setelah pihaknya melakukan penyelidikan. Dan berdasarkan audit Inspektorat menemukan adanya dugaan kerugian negara sebesar Rp 800 juta lebih pada ADD bahkan DD tahun 2017. Dengan rincian kerugian ditemukan di mantan kades sebanyak Rp 600 juta lebih dan Bendahara sekitar Rp 180 juta lebih.
“Tapi bendahara sudah mengembalikan kerugiannya,” ceritanya lagi.
Sementara itu, Kepala Kejari Loteng, Ely Rahmawati yang dikonfirmasi mengenai kasus Desa Pengembur mengatakan, sekarang sedang diproses oleh Pidsus. “Masih proses di Pidsus,” jawabnya singkat di Alun–alun Tastura, kemarin. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here