Beranda Lombok Barat PLD Minta Tambahan Anggaran

PLD Minta Tambahan Anggaran

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA ASPIRASI: Para PLD saat menyampaikan aspirasinya kepada DPRD Lobar, kemarin.

LOBAR —Puluhan pendamping lokal desa (PLD) mendatangi kantor DPRD Lombok Barat (Lobar), kemarin. Para pendamping yang tergabung dalam forum pendamping lokal desa (FPLD) ini meminta untuk penambahan anggaran. Menyusul keluarnya surat edaran Direktur Jendral Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, tentang permohonan dukungan pendampingan pendamping lokal desa. Menindaklanjuti Pasal 112 Ayat (1) undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.
Dalam surat edaran itu diterangkan permintaan untuk bantuan penambahan dana pendamping desa dari APBD. “Selama ini hampir tiga atau empat tahun, kita hanya mendapatkan dana pendampingan dari pusat. Dengan total hanya sekitar Rp 1,7 juta,” kata Ketua Forum PLD Lobar, Hafizin.
Anggaran yang diperoleh dari APBN sebesar Rp 1,7 juta itu dirasa kurang. Jika melihat perbandingan jumlah desa yang mencapai 119 desa. Dengan jumlah pendamping hanya 33 orang. Satu pendamping dapat menangani 3-4 desa.
“Kalau Rp 1,7 juta itu dengan satu desa, cukup saja. Tapi ada teman yang 3 atau 4 desa didampingi. Bahkan ada yang lintas kecamatan,” ungkapnya.
Hal itu membuat para PLD ini merasa berat dengan tanggungjawabnya. Terlebih lagi peran mereka yang terus mendampingi dan mengawal proses penganggaran didesa. Mulai dari perencanaan, penggunaan dan pelaporannya. “Sehingga tanggung jawab kami bukan hanya di kabupaten, tetapi harus lapor terus ke pusat,” sambungnya.
Ia mengaku sudah menyampaikan surat edaran itu kepada Bupati Lobar. Respon baik pun ditunjukan dengan menyarankan menyampaikan kepada DPRD untuk diusahakan dianggarkan dalam APBD. “Kita juga ke dewan untuk memperjuangkan aspirasi teman-teman,” pungkasnya.
Ketua Komisi III DPRD Lobar, H Jamhur mendukung langkah para pendamping desa itu. Sebab melihat tugas para pendamping desa, penambahan dana memang diperlukan. “Perlu kita komparasi, karena ada daerah-daerah lain yang berani menambahkan dana untuk pendamping desa,” ujar politisi PKB ini.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua III DPRD Lobar H Sulhan Muhlis Ibrahim. Politisi PKB ini bahkan siap pasang badan memperjuangkan penambahan dana bagi pendamping lokal desa itu. Terlebih lagi telah ada regulasi berupa surat edaran dari pusat sebagai dasar untuk dianggarkan di APBD.
Hanya saja edaran itu perlu dipelajari lebih dahulu. Terkait batasan dana tambahan item yang nantinya dipergunakan. Sebab pihaknya tidak bisa menganggarkan apa yang sudah dialokasikan pemerintah pusat. Seperti penambahan honor atau tunjangan transportasi. “Kalau sudah dibiayai transportasi, tidak mungkin kita biayai lagi. Mungkin yang lain, untuk item pertemuan atau sosialisasi. Jangan sampai tumpang tindih di anggaran,” jelasnya.
Pihaknya akan mendiskusikan kembali terkait penambahan anggaran itu dengan eksekutif. Politisi asal Kediri ini berani menjamin memberikan tambahan dana sekitar Rp 500 ribu per orang. Bila dikalikan 33 pendamping desa, dalam setahun Pemkab menganggarkan sekitar Rp 198 juta. Jumlah itu dirasa Sulhan, tidak terlalu memberatkan Pemkab.
“Insya Allah kabar beritanya akan saya sampaikan setelah tanggal 30 November. Tinggal nanti kepala DPMD berkoordinasi dengan forum terkait itemnya yang bisa digunakan,” sarannya.
Sementara itu, Asisten I Setda Lobar, H Ilham yang hadir dalam hearing itu berjanji akan segera membahasnya. Ia pun meyakini Wakil Ketua III DPRD Lobar akan turut memperjuangkan aspirasi para pendamping lokal desa itu. Hanya saja terkait dengan usulan penambahan Rp 500 ribu per orang, Ilham mengaku, belum bisa dipastikan oleh eksekutif.
“Kalau item-item (dianggarkan) melalui dana pusat, maka dipastikan tidak bisa dibiayai oleh daerah,” jelasnya.
Dari beberapa item yang sudah dianggarkan oleh pusat bagi pendamping desa, pemkab berencana menambahkan anggaran untuk fasilitas rapat atau sosialisasi. “Tetapi menambah honor (dari APBN) yang masih kurang, terus ditambah lagi dengan (APBD) agak sulit terwujud. Tapi kalau bentuk lain masih bisa kita perjuangkan,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here