Beranda Headline Penuturan Warga yang Menerima Manfaat RTLH di Lombok Tengah

Penuturan Warga yang Menerima Manfaat RTLH di Lombok Tengah

BERBAGI
TIM RTLH FOR RADAR MANDALIKA TUNTAS: Para pendamping dan warga penerima manfaat melakukan foto bersama di depan rumah yang telah diperbaiki, kemarin.

Bangunan Cukup Memuaskan, Sekarang Tak Kedinginan Lagi

Program bantuan untuk rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Lombok Tengah untuk tahun 2018, sudah berjalan mulus pembangunannya. Sebagian besar warga penerima manfaat merasakan syukur dan terimakasih kepada pemerintah. Bahkan, sekarang warga yang menerima manfaat tak lagi kedinginan di musim hujan seperti saat ini.
DIKI WAHYUDI-LOMBOK TENGAH
AWALNYA, warga yang menerima manfaat program rumah tidak layak huni (RTLH) di Lombok Tengah ini, sudah pasrah dengan kondisinya. Mereka berpikir tak akan mampu memiliki rumah layaknya warga lainnya. Selama puluhan tahun, warga ini hanya berteduh di rumah dengan kondisi pas-pasan. Ada yang rumahnya masih bedek, ada juga yang kondisi rumah hanya ditembok dengan menggunakan batako dan lainnya. Belum lagi ditambah atap rumah yang bocor dan masalah lainnya.
Hasil wawancara Radar Mandalika dengan sejumlah warga penerima manfaat mengaku bersyukur atas semua ini. Apalagi, pembangunan dengan cepat dilakukan dan sekarang sudah ditempati. “Terimakasih kepada pemerintah. Terimakasih kepada yang mendata dan memverifikasi data kami,” kata Zuhairi warga Kampung Kulakagik Madek, Kelurahan Prapen.
Zuhairi mengaku, sebelumnya ia tinggal di satu rumah dengan orangtuanya. Sementara, rumah yang dibangunkan oleh orang tua tak ditempati karena kondisinya kurang bagus. Belum lagi faktor jumlah keluarga alias anak sudah bertambah.
“Rumah saya sebelumnya menyatu kamar, dapur. Kalau WC di luar,” ceritanya.
Dia menuturkan, sejak tahun 2016 ia mencoba memasukan datanya lengkap dengan foto bangunan rumah miliknya. Namun, di tahun 2018 bantuan itu berpihak kepadanya. “Sekali lagi terimakasih pak,” ucapnya.
Selain itu, Asriyanto penerima manfaat dari warga yang sama juga mengatakan hal yang sama. Dia bersyukur dengan semua ini. Apalagi, ia sejak lama bermimpi ingin memiliki bangunan rumah yang layak.
“Terimakasih juga kepada Karang Taruna Prapen yang ikut memperjuangkan kami. Dulu pengurus Karang Taruna Prapen yang menyerahkan data kami ke dinas,” ujarnya.
Sementara itu, koordinator tenaga pendamping masyarakat (TPM), Lalu Hadid Warsito menyampaikan, untuk di Kelurahan Prapen ada 30 unit yang menerima. Dengan anggaran per unitnya dijatah Rp 15 juta. Dengan total anggaran untuk Kelurahan Prapen saja Rp 450 juta.
“Yang diberikan bukan dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk material yang didroping oleh pemenang tender yaitu CV. Ale Ale,” ungkapnya, kemarin.
Warsito menjelaskan, dalam program ini sumbernya dari APBD, bahkan APBN. Untuk menerima bantuan ini, katanya tidak mudah membutuhkan proses panjang. Sekitar delapan bulan mulai dari verifikasi data sosialisasi data, pengerjaan dan pendropingan sampai tuntas berjalan. Dalam memasukan usulan dari kelurahan/desa, dilakukan rapat koordinasi dengan pihak kelurahan/desa.
“Kalau kelurahan yang masuk data sebanyak 400 usulan. Khusus di Prapen 185 usulan, sisa ada Jontlak dan Semayan,” tuturnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here