Beranda Lombok Timur Pelayanan Adminduk Jangan Berbelit-belit

Pelayanan Adminduk Jangan Berbelit-belit

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA TINGKATKAN: Para peserta lokakarya adminduk aplikasi Bakso dan SID, saat mendengarkan arahan Wabup Lotim, di Kantor Bupati, kemarin.

Tingkatkan Kapasitas Operator Adminduk Bakso dan SID

LOTIM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lombok Timur (Lotim), berupaya meningkatkan kapasitas para operator Bikin Administrasi Kependudukan Secara Online (Bakso) dan Sistem Informasi Desa (SID). Hal itu untuk mendukung pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) yang lebih baik, Pelatihan itu melibatkan Kompak NTB. Diharapkan, peningkatan kapasitas sistem online itu, dapat membantu dalam pelayanan dokumen adminduk lebih maksimal.
Wakil Bupati Lotim, H Rumaksi SJ mengatakan, kepemilikan Adminduk berupa KTP, KK, akta kelahiran dan lainnya, sangat penting bagi masyarakat. Apalagi, semua itu adalah dokumen resmi bagi setiap pemohon pelayanan. Sesuai Undang-undang Nomor 24 tahun 2013 tentang perubahan Undang-undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, kepemilikan adminduk adalah hak setiap warga masyarakat. Jadi wajib pemerintah melayani dan memberikannya.
Untuk itu lanjut Rumaksi, dibutuhkan peran aktif dari semua unsur pemerintah, terutama pemerintah desa/kelurahan, agar memberikan pelayanan yang tertib, akurat, dan dinamis. Sehingga, menghasilkan data kependudukan yang valid. “Keberadaan data ini sangat dibutuhkan sebagai dasar perencanaan dalam mengambil kebijakan di semua sektor pembangunan,” tegasnya.
Pada era pemerintahannya bersama Sukiman, ia melihat pentingnya kepemilikan adminduk bagi masyarakat. Sehingga mengambil kebijakan mengembalikan pengurusan adminduk, yang sebelumnya terpusat di Dukcapil dialihkan ke masing-masing kecamatan. Kebijakan itu, tidak lain untuk memudahkan dan mendekatkan pelayanan pada masyarakat. “Selama ini pelayanan administrasi kependudukan, terkesan berbelit-belit dan banyak dikeluhkan oleh masyarakat,” tegasnya.
Kaitan dengan aplikasi Bakso dan SID, diharapkannya dapat membantu desa memfasilitasi pelayanan dokumen administrasi kependudukan, yang lebih berkualitas. “Tidak boleh lagi ada masyarakat yang dipersulit, untuk pengurusan adminduk,” pintanya.
Untuk diketahui, Lotim sendiri dalam dua tahun terakhir, kepemilikan adminduk terutama akta kelahiran anak usia 0-18 bulan telah terjadi peningkatan sudah di atas 7 persen. Sementara yang sudah memiliki akta kelahiran per Februari 2015 sebanyak 319.590 orang atau 76,59 persen. Yang belum memiliki akta kelahiran tinggal sekitar 97.662 atau 23,41 persen.
Sementara itu, beberapa regulasi yang dihasilkan Dukcapil dengan dukungan Kompak kaitan dengan adminduk, salah satunya Peraturan Bupati (Perbup) nomor 40 tahun 2014 tentang pembebasan denda administrasi keterlambatan pelaporan peristiwa kependudukan dan peristiwa penting, Perbup Nomor 2 Tahun 2018 tentang Desa mengalokasikan operasional adminduk dalam anggaran pendapatan dan belanja desa. Dan Perbup Nomor 7 Tahun 2018 tentang percepatan kepemilikan akta kelahiran melalui jalur instansi kesehatan, pendidikan dan desa/kelurahan.
Disamping itu, Dukcapil juga sudah mendatangani berbagai Memorandum of Understanding (MoU), termasuk salah satunya dengan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here