Beranda Headline Mutiara Mataram Kurang Dikenal

Mutiara Mataram Kurang Dikenal

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA MUTIARA: Kemilau mutiara dari Kota Mataram yang dipamerkan saat launching Kemilau Mutiara Mataram, kemarin.

Kemilau Mutiara Mataram Dilaunching 

MATARAM—Siapa tak kenal nama Sekarbela, Kota Mataram sebagai kawasan perajin mutiara. Meski terkenal, nama mutiara belum identic dengan Kota Mataram. Untuk itu, Dinas Perindustrian, Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Mataram ingin mengenalkan mutiara asal Kota Mataram hingga level nasional. “Kita ingin ekspose kalau Mataram jadi kota mutiara atau mentasbihkan diri sebagai kota mutiara,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Mataram, Yance Hendra Dirra disela-sela launching Kemilau Mutiara Mataram di halaman Kantor Wali Kota Mataram, kemarin.
Launching ini dilakukan untuk membumikan mutiara di tanah Mataram. Kondisi saat ini, belum terbentuk branding jika Mataram identik dengan mutiara. “Dengan cara ini, kita branding Mataram sebagai kota perajin mutiara, serta memasyarakatkan mutiara,” ungkapnya.
Setelah launching ini, Yance memastikan upaya membuat mutiara Mataram makin terkenal tak akan redup. Launching juga dilakukan di website, serta akan mengoptimalkan keberadaan Mataram Craft Center (MCC) sebagai pusat penjualan mutiara. “Kita akan manfaatkan MCC. MCC akan dibuat bukan sekadar orang jualan, tapi destinasi wisata,” jelasnya.
Dengan konsep destinasi wisata, MCC akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Sehingga bisa mencakup unsur hiburan, dan edukasi. “Akan ada mini teater yang menampilkan film pendek berisi edukasi bagaiaman budidaya mutiara air laut dan tawar,” jelasnya.
“Di sana juga akan ada workshop bagaiman proses pembuatan perhiasan emas perak mutiara. Agar pengunjung yakin kerajinan itu handmade, dan sangat limited edition,” imbuhnya.
Sementara Asisten III Setda Kota Mataram, Baiq Evi Ganevia mewakili Wakil Wali Kota Mataram saat launching Kemilau Mutiara Mataram mengatakan, saat ini sedang berkembang industry kreatif. Untuk di Mataram, industri kreatif itu identik dengan kerajinan emas, dan mutiara. “Untuk itu, pemkot akan merevitalisasi MCC dengan pendekatan hiburan dan rekreasi. Tetap dengan mengunggulkan emas dan mutiara,” jelasnya.
‎Harapannya, mampu membawa mutara mataram ke level nasional maupun internasional. “Hal itu bisa berdampak positif ke ekonomi kreatif yang ada di Mataram,” sambungnya.
Evi juga menambahkan, gempa telah membuat IKM dan UKM mengalami penurunan omzet antara 40-60 persen. “Alhamdulillah sekarang sudah membaik. Walaupun ada penurunan omzet, hanya 20 persen saja,” katanya.
Recovery di bidang ekonomi, kata Evi, masih terkendala di sektor non makanan. “Kalau makanan sudah di titik stabil. Untuk mempercepar recovery IKM UKM, butuh langkah strategis,” tutupnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here