Beranda Headline Warga Pringgabaya Tolak Tambang Pasir

Warga Pringgabaya Tolak Tambang Pasir

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA HADANG: Ratusan masyarakat Pringgabaya saat melakukan aksi pemblokiran jalan, dan menghadang semua truk pengangkut pasir, Sabtu (24/11) lalu.

LOTIM – Hingga saat ini, warga Pringgabaya Lombok Timur (Lotim) masih menolak aktivitas tambang pasir besi di wilayah tersebut. Warga setempat tidak saja menolak tambang pasir besi, tetapi juga menolak tambang semua jenis pasir.

Sabtu (24/11) lalu, ratusan warga Pringgabaya menghadang dum truk yang mengangkut pasir. Penghadangan dilakukan, sebagai bentuk aksi penolakan terhadap semua aktivitas tambang pasir, maupun pengangkutan pasir dari wilayah itu. Masyarakat setempat mengaku selama ini sangat dirugikan.
Selain itu, aksi tersebut dilakukan menindaklanjuti surat Kepala Desa Pringgabaya, yang sudah dikirimkan pada Bupati Oktober lalu. Inti dari surat itu, menolak adanya penambangan maupun aktivitas pengangkutan pasir di wilayah tersebut. Bagaimana pun dampak dari aktivitas tersebut sangat merugikan masyarakat karena merusak lingkungan dan jalan.
“Kami memblokir pengangkutan material pasir, karena kami menolak semua aktivitas tambang jenis apa pun. Kami warga sangat trauma dengan kejadian beberapa waktu silam,” tegas salah satu tokoh Pringgabaya, Lukman.
“Yang jelas, aksi kami tidak akan berhenti sampai kami mendapat jawaban bupati,” tegas Lukman lagi menambahkan.
Senada dengan diungkapkan Taufik yan g juga mantan wakil rakyat ini. Menurutnya, dalam rapat pernah digelar dikantor desa bersama semua pihak terkait, menyarankan penolakan menggunakan portal atau spanduk. Namun kemarahan warga tak bisa dibendung sehingga melakukan aksi pemblokiran aktivitas tambang dan menghentikan semua dum truk pengangkut material pasir yang melintas di wilayah itu.
“Kami minta pemerintah daerah (Pemda) Lombok Timur, mengkaji ulang izin tambang yang ada di wilayah Kecamatan Pringgabaya ini. Kami tidak mau terkena dampak bencana akibat aktivitas penambangan tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Pringgabaya AKP Sari Makmun mengatakan, aksi ini dilakukan tidak lepas dari imbas aktivitas tambang pasir besi. Mengatasi masalah ini, Pemda Lotim harus turun tangan menyerap apa yang menjadi keinginan masyarakat yang ada di wilayah Pringgabaya.
“Ini imbas dari penolakan tambang pasir besi. Sekarang tambang pasir biasa meski punya izin juga kena imbas,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, pihaknya mengimbau masyarakat Pringgabaya, tidak melakukan tindakan terlampau jauh sampai anarkis. Agar tidak ada yang dirugikan atas masalah ini. Serta pemerintah cepat mencari solusinya.
“Masyarakat hanya ingin pemerintah mengkaji ulang izin pasir besi. Mudah-mudahan aspirasi masyarakat ini cepat mendapat respon pemerintah,” pungkasnya. (fa’i/r3/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here