Beranda Lombok Timur Cemari Lingkungan, Pemilik Tambang Hanya Dibina

Cemari Lingkungan, Pemilik Tambang Hanya Dibina

BERBAGI
MUHAMAD RIFA'I /RADAR MANDALIKA TERTIBKAN: Aktivitas penambangan pasir yang meski mengantongi izin, namun proses pengolahan limbahnya menyalahi aturan. Sehingga disegel Satgas Gakkum LH beberapa waktu lalu

LOTIM – Aktivitas penambangan pasir yang terjadi di Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel Lombok Timur (Lotim), dinilai melanggar aturan. Pasalnya, proses pengolahan pasir tidak dilakukan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2009, yang mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Tambang pasir milik Hanafi itu melakukan pengolahan secara langsung di sungai, tanpa melakukan penyaringan.
Atas tindakannya itu, beberapa waktu lalu tim Satuan Tugas Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (Satgas Gakkum LH) melakukan penyegelan dua alat berat milik Hanafi. Selain itu, pihak Satgas melakukan pembinaan agar proses pengolahan tambang sesuai aturan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim, Mulki, kepada Radar Mandalika, kemarin mengatakan, pembinaan cara prosesing yang benar dilakukan DLHK sebagai wujud tanggungjawab. Terutama, bagaimana prosesing yang baik terhadap batu apung, yang ditimbulkan dari proses penambangan pasir tersebut.
Apalagi dampak dari prosesing langsung di sungai itu, membuat air sungai menjadi bercampur lumpur. Sehingga kerap membuat petani di bagian hilir protes. Mestinya, pemilik tambang membuat tanggul pemisah menggunakan karung, atau memasang pipa. Kemudian melakukan penyaringan menggunakan ijuk atau benda lainnya yang memadai, guna menghindari pencemaran.
“Memang, sistem pengolahannya fatal. Harusnya sebelum limbah dilepas ke ruang terbuka hijau, proses filter dulu baru dibuang ke sungai,” tegasnya.
Jika nekat tetap melakukan pelanggaran, Undang-Undang Nomor 23 tahun 2009 sudah mengatur tentang sanksi pidana minimal kurungan 1 tahun maksimal 3 tahun, atau denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 3 miliar. “Mereka yang kita tertibkan beberapa waktu lalu di Kalijaga Timur dan Desa Tembeng Putik Kecamatan Wanasaba, sudah dipanggil. Nanti setelah gelar perkara, baru kita limpahkan ke Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Lombok Timur,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, penertiban akan terus dilakukan terhadap aktivitas penambangan yang statusnya ilegal. Sikap tegas itu diambil, sebab sudah diingatkan dan dibina. “Kami Satgas Gakkum LH tidak ada kompromi pada pelaku penambang ilegal. Mereka sudah merugikan daerah dan masyarakat. Malah mereka mengajak kami main kucing-kucingan,” pungkasnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here