Beranda Headline Minta Nikah Diacuhkan, Nekat Gantung Diri

Minta Nikah Diacuhkan, Nekat Gantung Diri

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA TEWAS: Tubuh ZAM terbaring kaku, setelah diturunkan orang tuanya dibantu warga dari jeratan ikat pinggang yang digunakannya gantung diri.

LOTIM – Hidup inisial MAZ, 24 tahun asal Damarata Dusun Paokmotong Selatan Desa Paok Motong Kecamatan Masbagik Lombok Timur (Lotim), harus berakhir di ikat pinggang yang dijadikannya sarana gantung diri. Ia nekat mengakhiri hidupnya, setelah beberapa kali minta nikah kepada orang tuanya namun tak pernah dihiraukan. Keputusan mengakhiri hidup dengan ikat pinggang dilakukan di rumahnya sekitar pukul 16.00 Wita, Kamis (22/11) lalu.
Korban ditemukan ayahnya dalam keadaan tergantung, menggunakan ikat pinggang korban sendiri, yang disambung dengan potongan kain warna hitam. Kemudian digantung pada balok rumahnya. Saat ditemukan ayahnya, korban sudah dalam kondisi tak bernyawa.
Dari hasil identifikasi awal Polsek Masbagik, korban murni tewas akibat gantung diri. Dilihat dari lidah korban menjulur dan keluarnya air mani dari kemaluan korban. Di tubuh korban, tidak ditemukan ada tanda-tanda lain seperti kekerasan fisik dan sebagainya.
Hasil keterangan diterima jajaran Polsek, dari kalangan sahabat dan warga setempat sebelum korban mengakhiri hidupnya. Korban yang dikenal warga setempat pendiam, dan jarang bergaul, diduga mengakhir hidupnya karena tidak kuat menahan tekanan batin. Lantaran setiap korban meminta nikah, tak pernah direspon oleh orang tuanya.
Atas kejadian itu, pihak keluarga korban tidak keberatan dengan kematian anaknya itu. Bahkan, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi, karena kematian korban dianggapnya memang sudah takdir.
Kapolres Lotim, melalui Kasubag Humas IPTU I Made Tista membenarkan MAZ meninggal karena gantung diri di rumahnya. Kendati pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi, sesuai prosedur maka kepolisian tetap melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Korban meninggal murni karena gantung diri. Jenazahnya sudah diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan,” terangnya.
Pada kesempatan itu, pihaknya mengimbau pada para orang tua agar tetap aktif berkomunikasi serta menanyakan keinginan anaknya. Jika keinginan anaknya tersebut tidak dapat dipenuhi, agar diberikan penjelasan dengan baik. Sehingga anaknya dapat memahami kendala apa yang dihadapi para orang tua, sehingga keinginan itu belum bisa dipenuhi. “Semoga saja kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here