Beranda Headline Sirkuit MotoGP Mandalika Dibangun 2019

Sirkuit MotoGP Mandalika Dibangun 2019

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Zulkieflimansyah

Tanah Disewa Selama 80 Tahun

MATARAM – Ada tiga mega proyek yang bakal dibangun di NTB, hanya satu yang sudah pasti. Yakni, pembangunan sirkuit motoGP di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah.
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengungkapkan, terkait sirkuti motoGP sekarang dalam proses persiapan. Diperkirakan tahun 2019 sudah mulai peletakan batu pertama. Pemprov kata dia, sudah melakukan pertemuan dengan pihak PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), termasuk merekapun sudah mengecek kondisi bandara yang dinilianya sangat layak sebagai akses penerbangan internasional yang akan menunjang konektivitas perhubungan. Bahkan Air Asia sudah mempunyai rencana menjadikan Lombok sebagai tujuan utama yang mana flightnya akan dimulai Februari. Kata Zul, Vinci Construction Grand Projects (VCGP) asal Prancis telah menandatangani kontrak pembangunannya dengan pengelola KEK Mandalika,.
“Tinggal peletakan batu pertama, nanti kita akan bicarakan karena ini kita berhubungan dengan pihak swasta tidak bisa dipaksa, mereka kapan harus peletakan batu pertama,” ungkap gubernur, kemarin.
Dalam pembangunan sirkuit motoGP ini, kontrak pembangunan dengan panjang 4,8 Kilometer (Km) itu diperkirakan akan menelan anggaran Rp 6,5 triliun dari Vinci. Jika melihat dalam kontrak, baik antara Vinci dengan PT. ITDC di mana sewa tanah akan berlangsung selama 80 tahun kedepan.
Sementara itu, kata Zul untuk proyek pembangunan jalan Tol delapan lajur dari BIL menuju Kuta Lombok, Pemprov tampak optimis. Zul melihat persoalan mendasar masih di Lombok Tengah sendiri, terkait pembebasan lahan. Jika Pemkab Loteng mengaku tidak mampu membebaskan lahan, tentu pembanguna tol itu tidak akan bisa tercapai. Sebab, otoritas pembebasan lahan itu ada di Loteng.
“Saya dengar saat ketemu dengan Menteri PUPR, katanya dana dari pusat ada tinggal pembebasan lahan,” bebernya.
Menurut Zul, pembebasan lahan menjadi tugas pokok dari daerah sehingga mau tidak mau Loteng harus melaksanakankannya. Untuk mencari jalan keluarnya ini, Zul berencana akan memanggil Bupati Lombok Tengah, H Moh. Suhaili FT.
“Susah kalau Pemkab Loteng nggak mampu. Kalau nggak mampu ia mau gimana lagi,” jelas dia.
Informasi yang didapatkan koran ini, pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol itu akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 400 miliar dengan komposisi daerah Lombok Tengah 20 persen, pemprov 30 persen dan pusat 50 persen. Tahun ini, sebenarnya pusat telah menganggarkan 40 Miliar untuk pembebasan lahan itu, agar bisa cepat dibangun namun mengingat Loteng belum bisa menyelesaikan pembebasan lahan, sehingga anggaran yang bersumber dari APBN itu terpasksa dialihkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sementara, adapun tiga mega proyek dibangun di NTB selain sirkuit motoGP, ada mega proyek Global Hub di KLU, dan tol delapan lajur dari Bandara menuju Kuta. Khusus untuk Global Hub yang akan membutuhkan lahan sekitar 7.000 hektare (Ha) di Kayangan dan Bayan KLU yang mana peletakan batu pertama akan berlangsung tahun ini, namun diperkirakan akan gagal dilakukan. Gubernur mengaku penundaan peletakan batu pertama itu, disebabkan lempengan di KLU masih aktif sehingga sepertinya tidak mungkin bisa membangun dikondisi tanah pasca gempa.
“Kami disarakan untuk tidak membangun,” tegas Zul.
Zul mengaku, Pemprov dalam hal ini akan mencoba duduk bersama dengan semua pihak termasuk dengan investor untuk membicarakan kedepannya. Dia pun meyakini investor tidak akan kabur mengingat rencana pembangunan Global Hub jauh hari sudah disepakati semua persayaratan sudah jalan tinggal peletakan batu pertama saja.
“Kita harus duduk bersama karena masalah Lombok Utara lempangnya masih aktif. Saya yakin para investor masih optimis kok,” yakin Zul. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here