Beranda Headline Di Balik Perang Topat Tahun 2018 di Kabupaten Lombok Barat

Di Balik Perang Topat Tahun 2018 di Kabupaten Lombok Barat

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA PERANG TOPAT: Suasana Perang topat yang berlangsung di Pura Lingsar, Kecamatan Lingsar, kemarin.

Untuk Trauma Healing, Tunjukkan ke Wisatawan Bahwa Lombok Aman

Perang Topat kembali digelar di Lombok Barat (Lobar). Event budaya ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tetapi memberi kesan tersendiri bagi para korban gempa hingga wisatawan asing.
WINDY DHARMA-LOMBOK BARAT
RAMAI, meriah dan mengesankan. Suasana itu dirasakan warga korban gempa ketika menyaksikan perang topat yang digelar Pemkab Lobar di Pura Lingsar, kemarin.
Event tahunan Pemkab Lobar ini menjadi hiburan tersendiri bagi korban gempa di wilayah Lingsar. Terlebih pascabencana gempa bumi yang melanda beberapa bulan lalu. Keseruan saat perang topat seakan menjadi sarana trauma healing, sekaligus memberikan hiburan. “Benar-benar terhibur, rasa trauma bencana gempa itu sudah agak hilang. Padahal rumah saya masih rusak,” ujar I Ketut Tati, salah seorang warga Lingsar.
Selain korban gempa, wisatawan asing ikut dibuat kagum. Event budaya yang mencerminkan toleransi beragama ini membuat Viola, wisatawan asal Jerman terkesima. Ia tidak menyangka kerukunan umat beragama di Lombok tetap terjaga baik. Ini adalah kali pertama menyaksikan tradisi unik ini. “Ini unik,” sebutnya.
Baginya, Pulau Lombok sudah aman untuk dikunjungi kembali. Ia pun berencana datang kembali ke Lombok untuk berlibur. Serta mengajak kerabat dan sahabatnya datang ke Lombok.
“Saya rasa Lombok sudah aman,” kata wanita berambut pirang ini.
Kepala Dinas Pariwisata Lobar, Ispan Junaidi mengatakan, event budaya ini sebagai bentuk usaha membangkitkan geliat pariwisata. Dengan segala kondisi yang ada pascagempa diharapkan dapat menghibur korban gempa. Selama rangkaian perang topat, digelar juga berbagai hiburan rakyat.
“Ada hiburan peresean yang digandrungi masyarakat,” ujarnya.
Pihaknya ingin menunjukkan kepada wisatawan luar jika Lombok sudah aman pascagempa. Didukung adanya keterlibatan para travel agen yang membawa tamu sebagai usaha menyakinkan wisatawan asing. “Kita sudah move on, dan bangkit,” pungkasnya. (*/r3/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here