Beranda Headline Bulan Maulid, Harga Telur Meroket

Bulan Maulid, Harga Telur Meroket

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA HARGA NAIK: Penjual telur melayani pembeli saat pasar murah di Kantor Lurah Kebon Sari belum lama ini. Harga telur naik karena sedang bulan Maulid.

MATARAM —Datangnya bulan Maulid, memicu kenaikan harga telur di pasaran. Jika saat pasar murah di Kelurahan Kebun Sari, Rabu (21/11) lalu, harga telur Rp 40 ribu per tray. Ternyata harga saat ini sudah menembus Rp 46 ribu per tray.
Seorang distributor telur di Mataram, Zia Helmi membenarkan, kenaikan harga telus terus terjadi sejak seminggu belakangan ini. “Semingguan ini naik. Mungkin akan terus naik sampai sebulanan ke depan, karena masih bulan maulid,” katanya, kemarin.
Kenaikan harga dipicu meningkatkan kebutuhan telur selama bulan ini. Mengingat, banyak masyarakat sedang memiliki hajatan untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAWA. “Referensi dari tahun lalu, harga telur bisa sampai di atas Rp 50 ribu per tray,” jelas pemilik UD Iqro ini.
Harga normal telur ukuran tanggung antara Rp 39 ribu hingga Rp 40 ribu per tray, sedangkan ukuran besar Rp 43 ribu per tray. Dari sisi stok, menurut dia, tetap normal. Hanya kebutuhan konsumen yang meningkat. Kenaikan pun berlaku dari peternak, bukan di tingkat distributor. “Stok stabil, tapi kebutuhan meningkat. Jadi otomatis hukum pasar berlaku. Harganya naik dari peternak,” ungkapnya.
Dalam kondisi seperti sekarang ini, telur tetap akan diburu pembeli meski harganya meroket. Asal telur apakah local maupun luar daerah, serta bagaimanapun kualitasnya tak jadi persoalan. “Sekarang ini yang penting telur ayam. Lokal atau tidak, konsuimn tidak perhatikan. Begitu juga kualitas juga, kurang jadi prioritas,” tegasnya.
Dari sisi pasokan, telur lokal juga diprediksinya tak lebih dari 20 persen dari kebutuhan. “Harga sama tinggi, local atau luar. Sangat kompetitif,” sebutnya.
Kenaikan harga ini bagi pedagang, tidak justru menguntungkan. Sebab, telur sudah mahal dari sumbernya yakni peternak. “Ada kenaikan keuntungan, tapi tidak sesignifikan kelihatannya. Peningkatan permintaan memang smapai 50 persen,” bebernya.
Di tokonya, suplay normal mencapai 1 juta butir telur perbulan. Telur-telur itu dipasarkan hingga Pulau Sumbawa, bukan hanya di Pulau LOmbok. “Bedanya dengan tahun kemaran tidak ada gempa. Sekarang ada gempa, sehingga sempat drop permintaan,” sambungnya.
Guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan di bulan Maulid, Dinas Perdagangan Kota Mataram bekerjasama dengan perangkat daerah terkait menggelar pasar murah. Sekaligus membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan barang pokok dan barang strategis lainnya pascagempa bumi Lombok.
Dalam pasar murah di hari Sabtu (17/11) lalu di Lingkungan Gegutu Barat, Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang diikuti Perum Bulog Divre NTB yang menjual beras premium Rp 10.800 perkilogram (kg), beras medium Rp 9 ribu perkg, Minyakkita Rp 12.500 per liter, Gula Maniskita Rp 11 ribu perkg, dan Terigukita Rp 8 ribu perkg.
Kemudian SmartClub Mataram menjual minyak Goreng Rose Brand, Tropical dan Cemara Rp 22 ribu per 2 liter, Gulaku Rp 12.500 per kg, dan kebutuhan lainnya. Transmart Mataram, Niaga Cakranegara, Minimart, Indomaret, Alfamart Dakota, Indomarco, UD Sukses Karya Mandiri, PT. Timur Jaya (Philips), PD Indah Permai Group, Kalbe Farma, CV Daya Abadi, Soyagreen TempeQ, Kopi Banyuatis, Bakso Bajang, UD Rahayu, JB Distribusi (Kartika) dan beberapa distributor serta UKM yang menjual produk pangan, produk UKM serta kebutuhan rumah tangga lainnya. “Total transaksi hari itu mencapai Rp 41,5 juta lebih. Sedangkan total transaksi sampai hari ketiga kegiatan mendapai Rp 125,5 juta lebih,” kata Andi seraya menyebut jika antusiasme masyarakat juga cukup tinggi. Terlihat dari ramainya lokasi pasar murah sejak pagi hingga berakhirnya kegiatan.
Pasar murah dimulai pada Rabu (14/11) di Kelurahan Selagalas. Kamis (15/11) di Kelurahan Karang Baru, Sabtu (17/11) di Kelurahan Rembiga, Rabu (21/11) di Kelurahan Kebon Sari. Kamis (22/11) di Kelurahan Pejeruk, dan Sabtu (24/11) di Kelurahan Abian Tubuh Baru. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here