Beranda Praya Metro Puyung Miliki Gendang Beleq

Puyung Miliki Gendang Beleq

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA Lalu Edit Rahardian

JONGGAT —Sebagai salah satu desa tertua di Lombok Tengah, Pemdes Puyung, Kecamatan Jonggat akan tetap melestarikan adat dan budaya leluhur. Salah satu caranya dengan melestarikan alat musik tradisional gendang beleq.
Kades Puyung, Lalu Edith Rahardian mengungkapkan, untuk pengadan gendang beleq ini dilakukan dalam tahun ini. Sebab, anggarannya bersumber dari APBDes Perubahan sebesar Rp 99 juta. Dana tersebut termasuk juga untuk pembelian seragam personilnya yang berasal dari 16 dusun yang berjumlah sekitar 35 orang. Selain itu, personil alat musik tradisonal masyarakat Sasak ini juga akan dilatih. Tutornya dari pengurus sanggar seni yang ada di dalam desa yakni Sanggar Seni Dulang Mas.
“Semua personilnya pemuda. Kita gaungkan budaya kepada pemuda kita,” ujarnya.
Dikatakan, pengadaan group musik tradisional ini merupakan usulan masyarakat. Karena selama ini untuk biaya sewanya saja lumayan mahal yakni berkisar dari Rp 2 juta lebih. Sehingga itu, warga pun banyak memilih menyewa kecimol ketimbang gendang beleq ketika acara syukuran atau nyongkolan. Padahal, jika melihat budaya kecimol bukan alat musik peninggalan leluhur masyarakat Desa Puyung. Untuk itu, karena gendang beleq ini milik desa dan akan dikelola oleh lembaga adat, harga sewanya akan jauh lebih murah ketimbang menyewa yang lainnya.
“Nanti harga sewanya akan ditentukan oleh lembaga adat. Tapi yang pasti, lebih murah dibanding gendang beleq biasanya,” pungkasnya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here