Beranda Praya Metro Penanganan Sampah Belum Maksimal

Penanganan Sampah Belum Maksimal

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA Lalu Rahadian

PRAYA — Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah (Loteng), Lalu Rahadian mengakui pihaknya belum maksimal dalam mengatasi masalah sampah. Penyebabnya, minimnya jumlah petugas kebersihan, kurangnya kendaraan operasional pengangkut sampah dan belum lagi karena kondisi prasaran kendaraan pengangkut sampah yang sangat memprihatinkan.

“Selain itu yang menjadi belum maksimal penangan sampah adalah karena memang kesadaran masyarakat yang masih kurang,” ungkapnya, kemarin.
Rahadian menegaskan, untuk jumlah tenaga kebersihan yang dimiliki menangani sampah di Loteng sendiri sebanyak 217 orang. Sedangkan untuk truk pengangkut sampah 11 unit, namun yang dalam kondisi prima sebanyak 5 unit. Sementara untuk truk derek sebanyak tujuh unit namun yang dalam kondisi prima sebanyak empat unit.
“Kalau untuk kendaraan yang memang sudah tidak layak, kami paksa tetap keluar untuk mengakut,” curhatnya.
Rahadian mengaku, dampak belum maksimalnya penangannya sampah ini sekarang sudah mulai kelihatan saat memasuki musim hujan bekalangan ini, karena banyak sampah memenuhi sejumlah drainase, sehingga menyebakan bajir di Kota Praya khususnya.
“Kami akui akibat tumpukan sampah,” katanya.
Untuk mengatasi sampah itu, saat ini sudah dilakukan langkah antisipasi seperti memperpebar saluran di beberapa titik macet. Selain itu, sosialisasi pentingnya sadar tidak membuang sampah sembarangan kepada masyaraakat terus dilakukan. Bahkan, pihaknya sudah mengusulkan ke DPRD Loteng untuk penambahan armada pengangkut sampah. Namun tetap saja usulan untuk penambahan armada pengangkut sampah selalu kalah dengan keinginan dewan untuk memperbanyak pembangunan fisik penanganan sampah.
“Ya harus bagaimana lagi kita jalan dengan kondisi kita sekarang,” tuturnya.
Namun soal retribusi sampah. Dia mengaku memang retribusi ini tidak berjalan mulus sesuai yang diinginkan. Itu dikerbakan kolaborasi penagihan retribusi sampah dengan pembayaran air PDAM tidak sejalan.
“Kebanyakan kita dapatkan retribusi sampah yang sumbernya dari ASN, modelnya retribusi sampah dari ASN dengan cara langsung potong gaji,” bebernya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here