Beranda Headline TGB Minta Santri Tidak Sebar Hoax

TGB Minta Santri Tidak Sebar Hoax

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA PESAN: TGKH Muhammad Zainul Majdi mEmeberikan pesan dan nasihat pada santri untuk tetap berdoa dan berikhtiar, serta berpesan tidak menyebarkan berita hoax, kemarin.

LOTIM – Ribuan santri dan jamaah NW menghadiri pengijazahan doa ujian menghadapi Ujian Nasional (UN), sekaligus maulid Nabi Muhammad SAW di aula YPH PPD NW Pancor Lombok Timur (Lotim). Ketua Pengurus Besar (PB) NW Pancor, TGKH Muhammad Zainul Majdi meminta santri benar-benar berdoa dan berikhtiar. Serta tidak menyebarkan berita bohong alias hoax.
Di hadapan ribuan santri dan jamaah NW, TGKH Muhammad Zainul Majdi yang akrab dengan panggilan Tuan Guru Bajang (TGB) ini mengatakan, sekarang ini banyak beredar hoax. Akibat hoax itu, dapat menimbulkan keresahan, membuat hubungan terganggu, sampai bisa menyebabkan putus hubungan dengan orang lain. Dikatakannya, tidak semua berita itu lantas disebarkan, tanpa mengetahui kebenarannya.
“Saya pesankan, santri dan jamaah tidak ikut-ikutan menyebar hoax. Bersihkan handphone dari berita bohong,” tegasnya.
Jika tidak cermat terhadap setiap berita yang didengar, maupun yang masuk ke handphone, bisa menjadi sumber fitnah yang akan memakan dan menggerogoti pahala. Mantan Gubernur NTB dua periode ini mengingatkan untuk jangan menyebarkan sesuatu itu, kecuali benar dan bermanfaat untuk orang lain.
“Yang tidak bermanfaat begitu diterima, hapus dan buang. Banyak hal baik dalam kehidupan menjadi akan terganggu, bahkan rusak karena berita tidak benar,” tegasnya.
“Beberapa waktu kedepan, ada agenda politik. Jangan gara-gara beda pilihan, saling hujat dan fitnah. Sebarkan yang baik dan bermanfaat, buang dan hapus yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” tambah mantan Gubernur yang sarat prestasi ini.
Ia mengungkapkan, anak-anak kelak akan menjadi pemimpin masa depan, menjadi penentu apakah negara akan menjadi maju, hebat atau sebaliknya negara ini jauh di belakang bangsa lain. Demikian juga apakah islam ini nyata dibuat tetap islam rahmatan lilalamain, atau cahaya islam akan sulit dirasakan orang lain. “Kuncinya, semua ada pada santri atau generasi bangsa ini. Karena itu, tetapkan diri pada kebaikan,” pesan TGB. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here