Beranda Headline Tanjung Karang Jadi Kampung Siaga Bencana

Tanjung Karang Jadi Kampung Siaga Bencana

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA PENCANANGAN: Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh saat pencanangan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kota Mataram tahun 2018, Senin (19/11) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

MATARAM —Kementerian Sosial RI mencanangkan Kelurahan Tanjung Karang sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB). Pencanangan dilakukan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat di halaman Kantor Wali Kota Mataram, Senin (19/11).
Dirjen Linjamsos, Harry Hikmat memberikan apresiasi terhadap upaya Kota Mataram melakukan kesiapsiagaan bencana. Karena tidak dapat dinafikan jika bencana yang terjadi di NTB beberapa waktu lalu menegaskan fakta, keberadaan NTB di jalur ring of fire dengan risiko bencana cukup tinggi. Yaitu jalur yang membentang dari Sabang ke seluruh pantai di Sumatera, Jawa, NTB, Kepulauan Sulawesi, dan sebagian mengarah ke Maluku serta sebagian lagi ke arah Papua.
Fakta yang dihadapi tersebut harus membuat semua pihak selalu waspada, dan menyiapkan sistem mitigasi bencana yang tangguh. Serta melibatkan semua pihak dari pemerintah pusat, provinsi, sampai tingkat kelurahan dan lingkungan. Karena tujuan utama dari mitigasi bencana adalah untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan akibat kejadian bencana. “Dibutuhkan kesiapan semua pihak untuk bahu membahu mengurangi risiko bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi, dan kesiapan mengenal berbagai upaya perlindungan,” jelasnya.
Sementara Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh mengatakan, warga Kota Mataram baru menyadari pentingnya mitigasi bencana setelah mengalami gempa bumi. Dengan telah dicanangkannya Kampung Siaga Bencana, Wali Kota berharap masyarakat akan memiliki pemahaman dan meningkat kesadarannya akan mitigasi bencana. Karena Kota Mataram rawan bencana. Selain gempa bumi, bila memasuki musim tertentu akan mengalami cuaca ekstrim yang juga berpotensi membawa dampak cukup besar bagi masyarakat.
Karena itu kesiapan personil, sarana, logistik, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan penanganan bencana perlu untuk menjadi perhatian bersama. “Hari ini kita memastikan kesiapan dan kesiagaan bersama untuk memberi bantuan kepada masyarakat bila terjadi situasi bencana,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu dirangkai dengan penyaluran bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) tahap IV tahun 2018. Dikukuhkan pula H Rahmat Hidayat sebagai Pembina Kehormatan Tagana Indonesia oleh Dirjen Kementerian Sosial RI.(rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here