Beranda Lombok Barat “Ojek Politik” Dituding Ikut Pilkades Kebun Ayu

“Ojek Politik” Dituding Ikut Pilkades Kebun Ayu

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA RICUH: Ratusan warga Desa Kebun Ayu mendatangi rumah Ketua Pilkades setempat, Senin (19/11) malam.

Warga Datangi Panitia Pilkades

LOBAR—Proses pendaftaran pemilihan kepala desa (Pilkades) Kebun Ayu, Kecamatan Gerung berujung ricuh. Ratusan warga desa setempat mendatangi rumah panitia pelaksanaan Pilkades, Senin (19/11) malam. Kemarahan warga dipicu munculnya dua calon yang diduga “ojek politik” untuk menjegal calon lain. Terlebih pendaftarannya dilakukan injury time dengan alasan coba-coba. Hal itu menyulut kekecewaan warga. “Kami sangat kecewa ada dua pendaftar yang tiba-tiba muncul, padahal tidak pernah ada kabar mau maju. Kami menduga, itu untuk menyingkirkan kami yang sudah mendaftar duluan,” kata salah satu bakal calon Kades Kebun Ayu, Nuriman, kemarin.
Awalnya hanya terdapat lima bakal calon yang sudah mendaftar. Kemudian keluar Perbup perubahan atas skor, membuat dugaan munculnya calon “boneka” tersebut. Sesuai aturan, jika pendaftar lebih dari lima akan diberlakukan seleksi menggunakan skor. Dilihat dari sisi pendidikan, pengalaman kerja hingga umur. “Aturan skor tiba-tiba berubah di tengan jalan. Ini yang membuat ada bakal calon “boneka” atau calon ajak-ajak muncul di hari terakhir,” kritiknya.
Kekecewaan serupa dilontarkan bakal calon Kades lainnya, Samsudin. Perubahan aturan di tengah jalan dan tidak disosialisasikan kepada masyarakat, dinilai menguntungkan pihak tertentu. Karena mantan anggota BPD dapat dimanfaatkan untuk mendaftarkan diri sebacai calon Kades. Sehingga dapat menggugurkan calon lain yang skornya lebih rendah. “Kami sudah lama mempersiapkan diri. Tiba-tiba ada dua calon dari mantan anggota BPD yang mendaftar di hari terakhir. Ini bisa menjegal calon yang memang sungguh-sungguh berjuang untuk desa,” tandasnya.
Kericuhan tak sampai memanas, karena bisa diredam aparat dari Polsek Gerung dan Kodim Lobar. Ketua Panitia Pilkades Kebun Ayu, Rasimin Abdul Malik mengaku kaget dengan adanya pemberitahuan perubahan aturan pendaftaran calon Kades. Padahal pendaftaran sudah berjalan dengan dua orang bakal calon telah mendaftar.
Sebagai panitia, mau tidak mau harus melaksanakan perubahan aturan itu. Walaupun ada kekhawatiran Pilkades memicu konflik. “Kami minta argumentasi dari kabupaten. Cuma penjelasannya, itulah keputusan panitia kabupaten. Iya, kami hanya bisa menjalankan,” ujarnya.
Kejadian serupa ternyata muncul di Pilkades Duman, Kecamatan Lingsar. Terkait perubahan Perbup di tengah jalan itu, Kabid Pemerintah Desa (Pemdes) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lobar, Kusuma Supake mengaku jika skoring awal yang dikeluarkan merupakan edaran, belum menjadi Perbup.
Pihaknya berdalih, edaran itu baru naik menjadi Perbup setelah melihat perkembangan di desa. Termasuk melihat asas keadilan bagi peserta yang ingin mendaftar. Meski begitu, dia mengklaim jika Perbup itu sudah disosilisaikan kepada para camat.
Menurutnya, setiap ketentuan pasti memiliki konsekuensi. Baik menggunakan ketentuan skor yang terdahulu maupun ketentuan baru. Tentu, pihaknya tidak dapat mengakomodir kepentingan semua pihak.
Ia membantah jika perubahan skor itu untuk menyelamatkan sejumlah incumbent yang terancam tak bisa ikut Pilkades. Terkait dengan lebih tingginya nilai BPD daripada Sekdes. “Ini untuk asas keadilan,” ujarnya.
Dasar pembagian skor itu melihat dari strata pemerintahan desa, maupun di luar pemerintahan desa. Namun sebagai penyelenggara pemerintahan. Pihaknya tidak membuat regulasi itu melihat kemungkinan politisi praktis yang muncul nantinya.
Menanggapi permasalahan itu, Wakil Ketua III DPRD Lobar H Sulhan Muhlis Ibrahim berjanji akan melakukan tahapan evaluasi terhadap Perbup tersebut. Sebelum nantinya penetapan tahapan pada 22 November mendatang. “Kita masih ada waktu sampai Rabu (21/11) untuk evaluasi lagi. Apakah regulasinya akan dirubah lagi atau tidak, itu masih ada pertimbangannya,” ungkap Sulhan.
Apalagi, perubahan Perbup itu keluar setelah tahapan Pilkades dimulai. Rencananya, hari ini pihaknya akan melakukan rapat dengan DPMD. “Silakan jika ada teman-teman yang keberatan bisa ikut rapat hari Rabu,” ungkapnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here