Beranda Headline Nuril Berpeluang Lolos dari Jeratan Hukum

Nuril Berpeluang Lolos dari Jeratan Hukum

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA SEKOLAH: Ini SMAN 7 Mataram tempat Baiq Nuril mengabdi sebelumnya.

Mantan Kasek Dilaporkan ke Polda

MATARAM – Kasus yang melilit Baiq Nuril Maknun seorang mantan staf honorer di SMAN 7 Mataram jadi perbincangan hangat. Mulai dari tingkat daerah bahkan sampai kepala negara yakni, Presiden Joko Widodo bicara soal kasus ini.
Kepada wartawan di Jakarta, Jokowi menyampaikan, dia memberikan kesempatan bagi Nuril mencari keadilan melalui Peninjauan Kembali (PK) atas putusan MA tersebut, bahkan jika hasil PK tidak membuahkan hasil, maka hal itu merupakan urusan presiden langsung yang akan menggunakan hak grasinya.
Tak hanya Jokowi, sejumlah selebritis bahkan pengacara kondang Hotman Paris ikut bicara soal ini. Para selebritis menyayangkan sikap aparat penegak hukum (APH) yang memberikan hukuman kepada Nuril. Demikian jua disampaikan Hotman Paris, dia meminta aparat negara memberikan keadilan bagi Nuril. Dia melihat hukuman yang dijatuhkan kepada Nuril itu kurang adil bagi pengacara yang dikenal dengan bayaran selangit tersebut.
Informasi yang diterima Radar Mandalika, harusnya Nuril dieksekusi 21 November sesuai putusan MA, Nuril divonis enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan karena terbukti melakukan pelanggaran pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 ayat (1) UU nomor 1 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Namun semua ini berubah dan MA menunda sementara waktu.
“Jaksa Agung tunda eksekui Nuril sampai putusan PK,” terang kuasa hukum Nuril, Yan Mangandar Putra yang juga pengacara biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Universitas Mataram, kemarin di Mataram.
Untuk melanjutkan proses PK, pihaknya sampai hari ini masih menuggu salinan putusan MA tersebut sebagai dasar mengajukan materi PK. Yan menyampaikan tidak akan menggunakan bukti baru (ovum) dalam PK yang akan disampaikan atas putusan MA itu melainkan keadaan kekhilafana hakim yang mencolok dari putusannya yang mana saat ini pihaknya masih memperkirakan ada dalam pertimbangan putusan kasasi.
Selain langkah PK yang diajukan Baiq Nuril, Senin (19/11) kemarin didampingin 15 penasehat hukum melaporkan H Muslim mantan Kepala SMAN 7 Mataram ke Polda atas dugaan tindak pidana perbuatan cabul yang dilakukannya kepada bawahan sebagaimana dimaksud pada pasal 294 ayat (2) ke-1 KUHP. Sesuai tanda bukti laporan yang diperliatkan koran ini dimana ber nomor : TBL/33.a/XI/2018/NTB/SPKT dimana tindakan pencabulan itu dilakukan di ruang Kepala SMAN 7 Mataram pada Februari 2013.
Selaku kuasa hukum, pihaknya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kabudit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB, khususnya pada divisi khusus perlindungan perempuan dan anak yang telah menerima Baiq Nuril. Pihaknya percaya laporan ini akan ditangani secara profesional dan cepat oleh para penyidik.
“Terimakasih atas respons cepat bapak kepolisian di Polda NTB,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Mataram, Ketut Sumedana saat dikonfirmasi belum bisa menyampaikan keterangan lebih. Saat ini dirinya masih berada di Jakarta sehingga dipastikan akan bisa menyampaikan keterangan itu besok (Hari Ini,Red).
“Besok jam 1 saya ada di Mataram, masih di Jakarta sekarang,” kata dia via ponsel.
Ketut menyampaikan, terkait penundaan eksekusi sampai ada putusan PK dari putusan MA yang telah keluar itu.“Besok saja kalau gitu,” jawab singkat dia. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here