Beranda Headline Khatib Masjid Diberikan Edukasi Tentang Pariwisata

Khatib Masjid Diberikan Edukasi Tentang Pariwisata

BERBAGI
BAMBANG/RADAR MANDALIKA PELATIHAN: Sejumlah khotib masjid di sekitar kawasan Mandalika saat diberikan pelatihan di Kuta Mandalika, kemarin.

PRAYA — PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola kawasan pariwisata the Mandalika memberikan pelatihan kepada khotib yang berada di wilayah Pujut. Hal itu dilakukan untuk membantu sosialisasi serta pemberian pemhamanan kepada masyarakat terkait pembangunan kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Materi juga disampaiakan oleh Ketua MUI Lombok Tengah, HL Minggre Hamy.
Deputy Project Director the Mandalika, H Adi Sudjono menuturkan, pelatihan ini memang dilakukan sebagai rangkaian dari Hari Ulang Tahun (HUT) ITDC ke 45. Dimana pelatihan bagi khotib tersebut diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat. Terutama untuk pelaksanakan pembangunan serta image pariwisata tidak selalu identik dengan hal- hal yang bersifat negatif. Terlebih Lombok merupakan mayoritas muslim maka perlu juga diketahui jika pengembangan pariwisata di KEK Mandalika juga berbasis halal tourism.

“Khatib khususnya di sekitar kawasan diberi pelatihan agar mengedukasi masyarakat untuk tidak salah persepsi pada dunia pariwisata,” ungkapnya di sela-sela pelatihan di Kuta Mandalika, kemarin.

Selain itu, dalam pengembangan KEK Mandalika nantinya disesuaikan dengan adat dan budaya yang ada ditengah masyarakat. Maka dari itu, perlu disampaikan kepada para khotib dalam memberikan ceramah juga menyampaikan pariwisata tidak hanya identik dengan Minuman Keras (Miras) maupun hal negatif lainya.
“Yang jelas para khotib ini kita harapkan bisa menyampaikan apa yang menjadi program pengembangan pariwisata kita ini,”tegasnya.

Dijelaskan, pelatihan yang diberikan kepada para Khatib itu sebagai bentuk penyamaan persepsi tentang bagaimana menyampaikan khotbah yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Tentunnya dengan harapan masyarakat juga kedepan tidak anti terhadap pembangunan pariwisata yang ada di KEK Mandalika itu.

“Kami berharap para khatib bisa mensosialisasikanya kepada masyarakat. Agar pengembangan pariwisata di KEK ini bisa diketahui sebenarnya biar tidak salah persepsi,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Pujut, L Sungkul menyampaikan, untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan pariwisata di KEK Mandalika itu, maka peran Khatib juga sangat dibutuhkan. Artinya, kedepan para khotib tidak hanya berbicara masalah surga dan neraka, atau pahala dan dosa akan tetapi bisa memberikan edukasi tentang bagaimana menjaga kebersihan dan kenyamanan.

“Jadi sampaikan apa yang bisa membuat masyarakat itu paham. Dan penting juga disampaikan kalau masyarakat harus menjaga kebersihan,itu juga sudah diajarkan dalam agama. Yang jelas sampaikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan tidak angsih jika membicarakan pembangunan,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pihak ITDC untuk menselaraskan khotbah yang disampaikan oleh masing- masing khotib. Jangan sampai kedepanya yang disampaikan hanya membuat adanya permusuhan atau polemik lainya yang membuat masyarakat menjadi terkotak- kotak.
“Artinya tingkat penyampaian khotbah nantinya sesuai dengan keadaan yang ada disini, jangan menyampaikan isi khotbah yang masyarakat tidak paham. Maka bagus juga disampaikan peningkatan pariwisata yang tentunya juga sesuai dengan ajaran agama untuk peningkatan moralitas dan tingkah laku kita,” pungkasnya. (bam/****)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here