Beranda Praya Metro Dari Peresmian Dua Musala oleh PSMTI untuk Korban Gempa

Dari Peresmian Dua Musala oleh PSMTI untuk Korban Gempa

BERBAGI
HAFIDZ/RADAR MANDALIKA POTONG PITA: Pengurus PSMTI Loteng dan PSMTI NTB saat peresmian pemakaian Musala Al-Furqon, kemarin.

Hilangkan Perbedaan, Eratkan Toleransi Antar Umat Beragama

Perbedaan ras, suku dan agama tidak menjadi penghalang bagi Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) untuk membantu sesama, khususnya di Lombok Tengah. Salah satunya dengan membangun sejumlah tempat ibadah.
HAFIDZUDDIN- LOTENG
ANGGOTA PSMTI terdiri dari beberapa agama. Selain sebagai ajang silaturahim, keberadaannya pun untuk membantu sesama.
Seperti yang diprogramkan PSMTI Loteng dan juga PSMTI NTB yang membangun dua tempat ibadah berupa musala. Lokasi yang dipilih yakni di Dusun Tanak Embang Daye, Desa Selebung dan Dusun Gontoran, Desa Teratak. Dipilihnya kedua lokasi tersebut setelah pihaknya sebelumnya mensurvei.
“Setelah masa tanggap bencana, maka PSMTI ingin memberikan sesuatu yang berharga bagi masyarakat. Makanya kita bangun musala ini,” kata Ketua PSMTI NTB, The Sian Yung, kemarin.
Pembangunan rumah ibadah seperti musala Al-Furqon yang berada di Desa Selebung dan Musala Al-Baiti Desa teratak ini diakuinya lebih berharga dari rumah pribadi atau bantuan lainnya. Bantuan ini pun sudah mendapat restu seluruh anggota PSMTI, termasuk PSMTI pusat. Dari itu, ia meyakini, rumah ibadah yang dibangun di dua tempat ini diharapkan menjadi bukti sejarah bahwa, perbedaan etnis, suku bahkan agama tidak akan bisa menjadi pemisah persaudaraan rakyat Indonesia.
“Kami hanya meminta agar apa yang sudah kami persembahkan ini dijaga. Sehingga ini menjadi sejarah bahwa di tempat ini kita sudah pernah bersama saling membantu dan kita tetap bersaudara,” pintanya.
Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Batukliang, HM Syukri yang mewakili camat setempat sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh PSMTI ini. Terlebih, pemerintah saat ini sedang berada dalam masa sulit karena bencana. Seperti diketahui, di Kecamatan Batukliang terdapat 10 desa dan satu desa persiapan yang terdiri dari 153 dusun. Sementara jumlah rumah yang tergolong rusak berjumlah 10.500 lebih. Namun, yang tertangani hanya sebagian, baik bantuan dari pemerintah desa dan pemkab. Sehingga, melihat situasi seperti ini tentu tempat ibadah tidak akan lepas dari dampak gempa.
“Pembangunan musala ini sangat luar biasa. Dari itu, kami mengimbau kepada masyarakat kami juga untuk menjaga rumah ibadah ini,” imbuhnya.
“Bantuan dari PSMTI ini nyata, bukan hanya umbaran janji. Ini tentu membuat 247 warga Dusun Tanak Embang bisa beribadah di tempat yang nyaman,” sambung Kadus Tanak Embang, H Sahwan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here