Beranda Headline Sepenggal Cerita AKP Dhapid Shidig, Kasat Narkoba Polres Lombok Tengah

Sepenggal Cerita AKP Dhapid Shidig, Kasat Narkoba Polres Lombok Tengah

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA LANTIK: Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa saat melakukan Sertijab kepada Kasat Narkoba Baru, AKP Dhapid Shidig, Selasa ( 13/11) lalu di halaman Polres.

Lama Tugas di Sumsel, Kini Ditunggu Gebrakannya

Kasat Narkoba Polres Lombok Tengah sudah berganti. Sekarang, dijabat oleh AKP Dhapid Shidig. Perwira satu ini, punya cukup banyak pengalaman. Sudah sering pindah tugas ke sejumah daerah, dan sekarang dipercaya di wilayah hukum Polres Loteng.
JAYADI-LOMBOK TENGAH
SEDERHANA, murah senyum dan terbuka. Itulah gambaran singkat Kasat Narkoba baru Polres Lombok Tengah yang baru, AKP Dhapid Shidig. Sebagai kepala satuan (Kasat) yang mempunyai tugas memberantas peredaran barang haram narkoba. Dia juga berkomitmen bekerja secara maksimal guna mengungkap kasus peredaran narkoba.
Saat ditemuai di ruangan kerjanya, sekitar pukul 09.30 Wita. Pria ini terlihat sedang sibuk. Bagimana tidak, pekerjaan yang ditinggal kasat sebelumnya masih sangat banyak yang akan dituntaskannya. Namun demikian, dia menyempatkan diri untuk menemui wartawan yang datang.
Pria dengan sapaannya sehari-harinya Dhapid langsung memperkenalka diri kepada wartawan. Katanya, baru dua hari ini mulai masuk menjadi Kasat Narkoba setelah pindah dari jabatan sebelumnya menjadi Kasat Reskrim Bima Kota. Sebelumnya, pria asal Madura tersebut menjabat sebagai Kasat Reskrim Bima Kota, dirinya ditugaskan di Sumatra Selatan hampir puluhan tahun lamanya.
Sebagai seorang perwira lulusa Sekolah Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2010 ini, ternyata mempunyai segudang pengalaman. Sekarang dia juga sebagai contoh bagi anggota lainya. Sebab, setelah menjalani pendidikan dan lulus dari Akpol tahun itu, ia ditugaskan pertama kalinya menjadi KBO di Polres Sumsel. Tidak lama menjalankan tugas, dirinya kembali dimutasi menjadi Kapolsek namun di bawah naungan Polres setempat.
Katanya, menjadi kapolsek tentu pekerjaan tidak mudah karena selalu bersetuhan langsung dengan masyarakat, tapi dengan kemimpinannya yang selalu terbuka dan bergaul dengan masyarakat, membuat dirinya disayangani oleh masyarakat kala itu.
Tapi tidak lama, dia kembali dipindah menjadi Kanit di Polsek Palembang dengan type Polsek lebih tinggi. Setelah menjabat, dia kembali lagi ditarik menjadi Kanit Ranmor di Polres Palembang. Dia yang dikenal dengan penuh semangat serta mempunyai segudang prestasi oleh rekan-rekannya itu, akhirnya dia dipromosikan menjadi Kasat Reskrim Polres Organ Ilir Sumsel. Namun setelah menjabat satu tahun lebih menjadi Kasat, pria itu langsung sekolah PTIK selama dua tahun.
“Setelah lulus sekolah saya sudah pangkat AKP kemudian saya ditugaskan menjadi anggota di Polda NTB,” ceritanya, kemarin.
Namun perjalannya tidak sampai disitu saja, setelah beberapa bulan di Polda, dia kembali dipercaya menjadi Kasat Reskrim di Bima Kota. Dia pindah ke daerah terkenal konflik, namun di sana juga tak lama. Keberadanya menjadi Kasat Reskrim Bima Kota memang cukup singkat, karena dia hanya menjabat selama satu tahun lebih, ia kembali dimutasi menjadi Kasat Narkoba Polres Loteng. Sehingga dengan pindahnya sekarang membuatnya kembali tertantang.
“Menjadi Kasat Narkoba ini merupakan sebuah tantangan, namun saya berjanji akan berkerja profesional untuk mengungkap kasus perderan narkoba di wilayah Loteng,” komitmennya. (*/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here