Beranda Headline Warga Miskin di NTB Diprediksi Bertambah

Warga Miskin di NTB Diprediksi Bertambah

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA SAMPAIKAN IDE: Salah satu NGO di NTB saat menyampaikan ide pemberantasn kemiskinan, kemarin.

MATARAM – Warga miskin di NTB diprediksi bertambah, hal ini sesuai data yang diperoleh wartawan Radar Mandalika. Dimana, sesuai data atau hasil analisis Bappenas September lalu, pemerintah provinsi NTB menyampaikan di tahun ini kemiskinan berjumlah 737 ribu jiwa atau diangka 14.75 persen. Data ini, tentu lebih berkurang jika dibandingkan tahun lalu sebanyak 794 ribu jiwa atau 16.07 persen.

Namun diprediksi persentase kemiskinan tahun ini akan semakin meningkat pada tahun 2019 yaitu, menjadi 806 ribu jiwa atau pada 15,88 persen, begitupun di tahun selanjutnya pada tahun 2020, kemiskinan masih pada posisi yang sama namun ada pengurangan meski tidak signifikan yaitu, 805 ribu jiwa atau 15,62 persen dan di tahun 2021 akan berada di angka 15,39 persen.

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalillah menyampaikan dampak penurunan pertumbuhan ekonomi -1,5 persen akan meningkatkan jumlah penduduk miskin menjadi sebesar 806.430 jiwa atau 15,88 persen. Pada tahun mendatang, pihaknya memastikan seiring dengan perbaikan ekonomi pasca pemulihan gempa, secara perlahan kemiskinan di NTB kembali menurun. Rohmi juga menyampaikan, data kemiskinan juga disampaikan berdasarkan hasil Survey Sensus Nasional Badan Pusat Statistik dimana ditahun 2017 per September berjumlah 748.120 atau 15,05 persen dan di Maret tahun ini berjumlah 737.460 atau 14.75 persen.
Dari sisi kriteria lokasi tinggal lanjut Wagub, kemiskinan di Perdesaan periode tahun lalu di bulan Maret 14,89 persen tetapi untuk perkotaan 17,53 persen dan 16,23 persen dan di tahun ini, per bulan Maret untuk Perdesaan kemiskinan berjumlah 13,72 persen dan perkotaan 15,94 persen alias dari 794 ribu penduduk miskin sesuai data Maret tahun lalu, 51,2 persen tinggal didaerah perdesaan dan sisanya 48,8 persen di Perkotaan. “Dua data ini agak berbeda hasilnya kalau tahun lalu, tetapi angka kemiskinan tahun ini, masih sama yaitu 14,75 persen,”kata Wagub di acara Rapat Koordinasi Kemiskinan bersama NGO di Mataram, kemarin.
Secara krakteristik penduduk miskin di NTB tanpa memandang status sebagai kepala rumah tangga maupun anggota rumah tangga 24,9 persen penduduk miskin berusia produktif yaitu antara 26 sampai 45 tahun. Kemudian dari sisi usia rata rata kepala rumah tangganya adalah 47 tahun.
“Sebesar 19,91 persen kepala rumah tangga miskin karena tidak bekerja, 49,61 persen bekerja di sektor pertanian dan 6,69 persen di sektor industri, 83,34 persen berpendidikan SMP ke bawah dan 54,7 persen berusia di bawah 25 tahun kemungkinan besar adalah anggota rumah tangga yang menjadi tanggungan kepala rumah tangga,” jelas dia.
Wagub menambahkan, pelestarian lingkungan menjadi hal vital yang harus dijaga sembari memberantas kemiskinan NTB. Apalagi, fenomena bencana, banjir itu sangat merusak lingkuhan hidup sehingga tidak boleh penangannya setengah setengah.
“Kita berantas kemiskinan, kita juga harus lestarikan lingkungan,” pesannya.(cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here