Beranda Headline Penegak Hukum Belum Berpihak ke Nuril

Penegak Hukum Belum Berpihak ke Nuril

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Ketut Sumadana

Divonis Enam Bulan Penjara Oleh MA

MATARAM – Masih ingat Anda dengan kasus Baiq Nuril Maknun, 36 tahun yang merupakan pegawai honorer bidang Tata Usaha di salah satu sekolah yang sempat diproses hukum 2017 lalu. Dia dililit kasus karena merekam perbincangannya saat berkomunikasi melalaui handphone atas dugaan kasus asusila yang dilakukan oknum kepala sekolah.
Dimana sekarang, ibu tiga anak itu dijatuhkan vonis oleh Mahkamah Agung (MA) beberapa hari yang lalu, dengan bunyi melakukan pelanggaran Pasal 27 Ayat (1) jo Pasal 45 Ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan sanksi enam bulan kurungan penjara dan dena Rp 500 juta subsider tiga bulan kuruangan penjara.
Kasus Nuril itu berlanjut mengingat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Mataram melayangkan banding kepada MA atas putusan Pengadilan Negeri Mataram dengan tuntutan yang sama, sehingga dua hari lalu Kejaksaan Negeri Mataram telah menerima putusan vonisnya untuk Nurll. Kasasi itu dilayangkan JPU mengingat keputasn vonis Pengadilan Negeri Mataram kurang dari 1/3 dari tuntutan JPU, saat itu sehingga Kejari Mataram melakukan upaya hukum tingkat kasasi.
“Surat putusan itu sudah kami terima dua hari yang lalu,” terang Kepala Kejaksaan Negeri Mataram, Ketut Sumadana di Mataram kemarin.
Dengan adanya surat pemberitahuan itu, tinggal Kejari akan menyiapkan langkah eksekusi terhadap ibu malang tersebut. Dimana eksekusi itu akan dilakukan untuk melanjutkan perintah putusan MA alias Kejari akan menempatkan Nuril dijeruji besi. Ketut menjelsakan Nuril akan dikirimkan surat untuk datang memenuhi putusan MA itu. Jika surat yang dikirim selama dua kali lantas tidak diindahkan dengan terpaksa Kejari akan menjemput Ibu yang tinggal di Labuapi Lobar itu secara paksa.
“Minggu ini kita akan kirimkan surat untuk memenuhi putusan MA itu,” kata Ketut.(cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here