Beranda Kriminal Akibat Video Porno, Bocah Cabuli Balita

Akibat Video Porno, Bocah Cabuli Balita

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA PENCABULAN: Dua bocah ingusan ini berurusan dengan hukum, setelah mencabuli balita 5 tahun.

LOTIM – Dua bocah ingusan asal Desa Toya, Kecamatan Aikmel Lombok Timur (Lotim), harus berurusan dengan hukum. Dua bocah itu, diamankan polisi karena diduga telah mencabuli balita berumur 5 tahun asal Kecamatan Aikmel. Saat ini, kedua bocah tersebut dalam pemeriksaan penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lotim.
Dua bocah ingusan itu, inisial AS masih duduk di bangku kelas 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan inisial HU yang masih duduk di bangku kelas 1 madrasah yang sama. Rupanya, kedua pelaku ingusan itu memiliki hubungan keluarga cukup dekat. Bahkan, keduanya tinggal di rumah kakek yang sama, lantaran orang tuanya berada di Malaysia.
Pengakuan AS, hampir setiap hari bermain dengan korban karena terdapat hubungan keluarga dengan korban. Pelaku kemudian membawa korban ke tengah kebun pada hari Jumat (9/11) lalu. Di sana, pelaku melancarkan aksinya mencabuli korban. Korban tidak diiming-imingi apapun oleh pelaku. Perbuatan itu dilakukan setelah menonton video porno dari handphone milik temannya.
Perbuatan sama dilakukan HU terhadap korban. Penyebabnya sama. Gara-gara menonton video porno dari handphone temannya. Pelaku HU, juga sering bermain dengan korban. Korban pada hari Kamis (8/11) lalu, dibawanya ke sebuah rumah kosong. Di rumah kosong itu, mengajak korban bermain dan tidur-tiduran. Di rumah kosong itu pula, pelaku mencoba mencabuli korban. Namun dalih pelaku, belum memasukkan rudalnya karena keburu lemas. Tetapi, celana dalam korban sudah dibukanya.
“Kalau saya tidak sempat masuk, waktu di rumah kosong tidak jauh dari rumah korban,” kelitnya.
Kasat Reskrim Polres Lotim AKP Joko Tamtomo SIK, melalui Kepala Unit (Kanit) PPA Satreskrim, Bripka Hermanto HS membenarkan mengamankan kedua bocah, karena diduga melakukan pencabulan, terhadap korban usia 5 tahun. “Dua pelaku dan korban masih dalam proses pemeriksaan,” kata Herman.
Pada kesempatan itu, pihaknya mengimbau pada masyarakat untuk mengawasi anak-anaknya memegang handphone. Jangan sampai, digunakan menonton film-film, seperti film porno. Pengawasan juga diharapkan pada buah hati, jangan sampai menjadi korban pelecehan seksual. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here