Beranda Headline Saatnya Memilih Wakil Rakyat yang Cerdas

Saatnya Memilih Wakil Rakyat yang Cerdas

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA DISKUSI PUBLIK: Sejumlah pengurus Lembaga Mandalika Institut pose bersama dengan narasumber usai menggelar diskusi publik di salah satu lesehan di Praya, Kamis (8/11) lalu.

PRAYA —Mandalika Institut menggelar diskusi public, Kamis (8/11). Dalam diskusi itu, lembaga yang diisi oleh kalangan akademis muda ini mengambil tema gerakan pemilih cerdas “Saatnya Memilih Wakil Rakyat yang Berintegritas”.
Ketua Mandalika Institut, Abdul Latif mengatakan, untuk menyongsong pemilu yang berkualitas, diskusi seperti ini harus sering diselenggarakan. Baik oleh lembaga masyarakat, pemerintah, penyelenggara pemilu dan lembaga lainnya. Bahkan bila perlu, disosialisasikan secara besar-besaran untuk memobilisasi pemilih. Dengan harapan, cara pandang masyarakat bisa berubah dalam menentukan pilihannya. Sehingga ke depan, perpolitikan lokal dan nasional semakin baik dan menghasilkan wakil rakyat yang berkualitas. Baik dari segi intelektualnya, sosialnya serta moralitasnya.
“Diskusi ini penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar memilih pemimpin berkualitas,” ujarnya.
Selain itu, ke depan pihaknya juga berharap wakil rakyat yang muncul ke permukaan sebagai pemenang, yakni wakil rakyat yang memiliki strata pendidikan yang tinggi. Karena hal itu bisa menjadi bagian dari munculnya ide-ide kreatif dari mereka untuk memajukan dunia pendidikan. Baik skala daerah maupun secara nasional. Tidak itu saja, wakil rakyat yang berpendidikan juga bisa menjadi pemicu masyarakat untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi.
Pemuda yang sedang menempuh pendidikan doktoralnya di salah satu perguruan tinggi di Bandung ini menambahkan, dari masa ke masa selalu terjadi pergeseran kualitas wakil rakyat di Indonesia. Hal ini terjadi karena keberadaan kelompok intelektual semakin terkalahkan oleh kelompok kepentingan politik dan bisnis.
“Wakil rakyat yang berintegritas dan berkualitas yang kita mau. Bukan yang kerap terjerumus dalam lingkaran korupsi,” tekannya.
Dalam diskusi puluhan tamu undangan dari berbagai elemen tersebut, dihadiri oleh kalangan birokrasi dan akademisi. Diantaranya Kepala Dikesbangpol NTB, HL Safi’I, Komisioner KPID NTB, Fathul Rijal serta Lalu Wahyudi Zakaria selaku tokoh masyarakat Loteng. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here