Beranda Lombok Timur Per 31 Desember, SK Ribuan Honda Dihentikan

Per 31 Desember, SK Ribuan Honda Dihentikan

BERBAGI

LOTIM – Evaluasi total honorarium daerah (Honda), benar-benar akan dilakukan Bupati Lombok Timur (Lotim) HM Sukiman Azmy. Bahkan, kebijakan evaluasi total itu sudah diumumkan. Karena itu per 31 Desember mendatang, SK ribuan jumlah Honda tidak dilakukan perpanjangan. “Ini kebijakan saya,” tegasnya Sukiman saat apel Hari Pahlawan, Sabtu (10/11) lalu.
Kembali Sukiman menegaskan, apapun alasannya honorer yang ada, apakah kontrak, perjanjian kerja, maupun kelompok kerja akan dievaluasinya. Tidak peduli, honorer tersebut sudah memegang kontrak perjanjian 2 atau 3 tahun. Apakah itu honorer yang ada di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan (Dikes), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selong, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), atau dimana saja Satuan Kerja (Satker) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada.
Jika mereka yang masa kerjanya satu sampai lima tahun, akan mendapatkan SK. Bekerja lima sampai 10 tahun mendapatkan SK Kelompok Kerja (KK). Sementara yang sudah mengabdi 10 tahun ke atas, akan mendapatkan SK Perjanjian Kerja (PK). Evaluasi dengan melakukan klasifikasi sesuai masa kerja, bagi Bupati, itulah yang dinamakan keadilan. “Kita akan laksanakan evaluasi dan keadilan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, menuju keamanan di Lombok Timur,” ungkapnya.
Selama ini ucap Sukiman, honorer tersebut baru mengabdi satu tahun sudah mendapatkan SK PK. Sementara yang sudah bekerja 10 tahun, bahkan belasan tahun tidak mendapatkan SK apa-apa. “Mari terapkan prinsip keadilan, pemerintahan yang serba transparan ini. Informasikan pada seluruh jajaran honorarium daerah, itulah kebijakan saya ambil dan akan saya terapkan mulai per 1 Januari,” ucap Sukiman.
Di luar itu, para PNS daerah ini mendapatkan kabar gembira dari orang nomor satu di Lotim. Bahwa per Januari 2019, Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) PNS naik menjadi Rp 500 ribu. Kenaikan dilakukan agar para ASN bekerja maksimal melayani masyarakat. “Apakah mereka memilih Sukma atau tidak, bagi saya itu tidak masalah. Karena itu berkah PNS Lombok Timur,” tutupnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here