Beranda Headline Pemuda GPIB Bung KarnoDiperkenalkan P3K

Pemuda GPIB Bung KarnoDiperkenalkan P3K

BERBAGI
Domi/Radar Mandalika PRAKTIK: Remajaputradanputri yang tergabungdalamPelkatGerakanPemuda GPIB Imanuel Bung KarnoMatarammempraktikancaramemberikannafasbuatanpada korban kecelakaan.

MATARAM –Pemuda-pemudi yang tergabungdalamPelayananKategorialGerakanPemuda (Pelkat GP) GPIB Imanuel Bung KarnoMataramSabtu (10/11)mengikuti seminar PertolonganPertamaPadaKecelakaan (P3K). Seminar yang berlangsung di Aula Gereja GPIB Imanuel Bung KarnoMataraminimengundangnarasumberdariBadan SAR Nasional (Basarnas) Kantor SAR Mataram. Satunarasumberdanduaasistendatangmenstransferilmu SAR.
Narasumber, Bagus N menjelaskanteorisekaligusmempraktikancaramemberikanpertolonganpertamapadakorban kecelakaan. Setidaknyaadaduahal yang pertama kali diperhatikananggotapenolongketikamelihat korban. Apakahperlumemindahkan korban terlebihdahulubarukemudianditanganiatauditanganidulubarudipindahkan.
Ketikasituasidaruratdihadapisepertikebakaran, bahanpeledak, tumpahanminyak, material berbahaya, orang-orang berlarian, maka yang pentingdilakukanadalahmemindahkan korban terlebihdahuluketempat yang aman. Sebaliknyakalausituasiaman, maka korban ditanganiterlebihdahulubarudipindahkan.
Para remaja yang tergabungdalamPelkat GP GPIB Imanuel Bung KarnoMataramantusiasmengikutipenjelasannarasumberdanmempraktikkancaramemberikanpertolonganpertama. Misalnyabagaimanamenanganikorban manusia yang nafasnyasudahtidakadatetapinadinyamasihada. Memberikannafasbuatanadalahsolusidenganprosedurcepat. “Delapanmenitpertamaadalahkesempatanemasmemberikanpertolonganpertama,” kata Bagus.
Bagusjugamencontohkancaradantrikmemindahkan orang, baikdengansatu orang penolongmaupundenganberduaataubertiga. “Janganjugaterlalubanyakpenolong, masa angkatsatu orang saja, kumpulenam orang penolong,”katanya.
Tetapi yang mendapatperhatianyaitubagaimanamemindahkankorban olehhanyasatu orang penolong. Apalagikalau korban yang ditolongberbadanlebihbesardanlebihtinggidaripenolong. Iamemperkenalkansistemtariklengan, tarikbaju, tarikrambut, tarikdenganikatankain. Ada jugamemindahkan korban dengankursi, tetapimenggunakankursi, penolongharusdua orang. “Pertanyaannyakalaujalan yang dilewatiberbatudanbanyakanaktangga. Tidakapa-apalukasedikit. Lebihbaiknyawanyatertolongwalaupunlukasedikitdaripadadibiarkantidaklukasamasekalitetapinyawahilang,”katanyasambiltersenyum.
Seminar yang berlangsunghampirtiga jam initerasasingkatkarenamateri yang disampaikansangatmenarikperhatianpara pemuda GPIB dancarapenyampaiansertapraktik yang menyenangkan. Hadirmendampingianak-anak GP antara lain KetuaPelkat GP GPIB Imanuel Bung KarnoMataram, Gerson Djara Pa, Sekretaris II PHMJ GPIB Imanuel Bung KarnoMataramPenatuaAriswatiZagoto, S.ThdanVicaris Victor. (dm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here