Beranda Headline Nelayan Sekotong Hilang Tenggelam

Nelayan Sekotong Hilang Tenggelam

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA CARI KORBAN: Tim Gabungan SAR saat mencari korban di perairan Labuhan Poh, kemarin.

LOBAR —Deni Alkarim, nelayan asal Labuan Poh Desa, Batu Putih Kecamatan Sekotong masih terus dicari. Korban hilang tenggelam di perairan Labuan Poh sejak Sabtu (10/11) lalu.
Awalnya, Deni dikabarkan jatuh dari perahunya saat memancing di perairan itu. Diduga akibat kail pancing yang menyangkut di karang, membuat pria berusia 27 tahun itu tertarik dan jatuh ke laut. Kuatnya arus laut membuat korban langsung terseret dan tenggelam. Pencarian korban terus dilakuka oleh Tim Basarnas Mataram bersama aparat kepolisian dan warga setempat. Sayangnya hingga berita ini ditulis, pencarian belum membuahkan hasil.
Dari informasi yang dihimpun, korban diketahui berangkat memancing sekitar pukul 07.00 Wita, Sabtu (10/11) pagi bersama salah seorang temannya. Korban memang sudah sering pergi memancing, dan biasa kembali sekitar pukul 09.00 -10.00 wita. Namun hingga pukul 09.00 Wita lewat, korban bersama temannya tak kunjung pulang. Hal ini membuat cemas pihak keluarga.
“Jam 9 lewat itu temannya memberitahu kami, kalau korban tenggelam akibat tertarik arus,” kata Inaq Penah, seorang keluarga korban.
Memperoleh kabar itu, pihak keluarga langsung memberitahu warga sekitar. Pencarian langsung dilakukan warga menggunakan perahu. Hingga kedatangan bantuan tim SAR dan kepolisian. “Semoga bisa segera ditemukan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue/SAR) Mataram, I Nyoman Sidakarya mengatakan, pencarian masih terus berlangsung. Sebanyak 220 ABK dari Rescue Boat Mataram dan tim rescue menggunakan dua unit rubber boat diterjunkan melakukan pencarian. Ditambah bantuan dari Ditpolrair Polda NTB, Kepolisian Polres Lobar, BPBD Lobar, dan masyarakat setempat.
“Pencarian dengan menyisir laut, dan penyisiran dari darat yaitu di sepanjang pantai Labuhan Poh,” ungkapnya, kemarin.
Pencarian hingga ke dalam laut juga dilakukan dengan menerjunkan penyelam, hingga menggunakan alat echosounder. Pencarian telah diperluas pada hari kedua, namun korban belum berhasil ditemukan. “Dari jam 6 pagi sampai siang hari ini belum menemukan hasil,” bebernya.
Kencangnya arus laut, gelombang dan cuaca mendung menjadi kendala tim gabungan SAR melakukan pencarian. Meski demikian, pihaknya masih terus melakukan upaya pencarian serta mendirikan posko pencarian. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here