Beranda Headline Masjid Agung dan Nurul Bilad jadi Percontohan

Masjid Agung dan Nurul Bilad jadi Percontohan

BERBAGI
DMI LOTENG FOR RADAR MANDALIKA DIBUKA: Sekda Loteng, HM Nursiah saat membuka musyawarah kerja DMI Loteng di D’max Hotel, Sabtu lalu.

Pembukaan Musyawarah Kerja DMI Loteng

PRAYA-Pengurus daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), menggelar musyawarah kerja. Dengan mengambil tema, ‘ dewan masjid Indonesia bersama bersama jamaah perkokoh keyakinan membangun gerakan pemakmuran dan dimakmurkan masjid’, Sabtu lalu di D’max Hotel.
Dalam musyawarah kerja itu, Ketua DPD DMI Loteng Lendek Jayadi menyampaikan, dalam musyawarah kerja ini juga membahas akan menjadikan Masjid Agung dan Masjid Nurul Bilad di kawasan Mandalika Resort sebagai masjid percontohan.

Kata Lendek, dalam musyawarah kerja ini bertujuan untuk mensinkronisasi, berkoordinasi dan sosialisasi organisasi dalam program kerja DMI secara berjenjang. Dia menjelaskan, dalam momen ini juga bagaimana membangun gerakan jamaah pemakmuran masjid dan dimakmurkan masjid.
“Jadi masjid nantinya akan dijadikan pusat peradaban umat, meningat masjid dari segi jumlah sangat strategis,” terangnya.

Lendek membeberkan, adapun jumlah masjid di Loteng 1.441 masjid dan 2.088 musala. Untuk itu, kita semua harus syukuri dengan keberadaan tempat ibadah ini, apalagi bangunannya begitu banyak yang megah. Namun, dari sisi kemakmuran keniscayaan harus dipikirkan bersama.

“Ini peradaban umat sebagai aset negara sengat dahsyat,” sebutnya.

Dalam musyawarah kerja ini juga, diharapkan bisa menghasilkan ouput atau keluaran yang bisa menghasilkan masukan sesuai program kerja DMI. Sementara, nantinya akan ada pembagian tugas, struktur ada juga sekretarisnya. “Kalau pemakmuran masjid bagaimana bisa tetap salat berjamaah. Mulai level anak sampai orang tua, sekarang ini hanya orang tua saja yang mendominasi,” jelasnya.

Selama ini, kata Lendek, anak-anak yang ribut di masjid selalu dipukul. Akibatnya, si anak malas ke masjid. Yang harus diketahui, kondisi seorang anak tentu masih suka dengan namanya bermain. Untuk itu, kedepannya bagaimana masjid bisa lebih ramah. Sementara, pemuda juga jadi garda terdepan.
“Paling tidak remaja masjid atau musala. Jadikan masjid sebagai rumah yang nyaman bagi jamaah,” serunya.

Target Lendek, kedepan masjid ini benar-benar berinstitusi. Bahkan, ada beberapa daerah di Pulau Jawa sudah lakukan ini, dan Loteng harus bisa melakukan hal tersebut. “Nanti kita akan lakukan percontohan di Masjid Agung dan Nurul Bilad,” jelasnya.

Selain itu, target lain beberapa keberadaan masjid dan musala di komplek perumahan akan dibina. Misalnya, masjid di Tampar-ampar, dan masjid di Beremis.”Kalau Nurul Bilad sumber ekonomi,” tuturnya.Sementara itu, Sekda Loteng HM Nursiah yang membuka musyawarah kerja DMI Loteng. (r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here