Beranda Headline Pendakian Gunung Rinjani Gratis

Pendakian Gunung Rinjani Gratis

BERBAGI
RIFA’I/RADAR MANDALIKA MENDAKI: Dua orang pendaki yang baru turun dari pendakian Gunung Rinjani, beberapa bulan yang lalu.

TNGR Pilih Jalur Alternatif Desa Aik Berik

MATARAM – Pendakian Gunung Rinjani akhirnya dibuka. Sudah ditetapkan, tanggal 19 November dibuka melalui jalur alternatif di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Loteng.
Pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan membuka jalur pendakian melalui Desa Aik Berik karena jalur utama tertutup yaitu, di Senaru dan Sembalun karena dampak gempa Agustus lalu. Kepala TNGR NTB, Sudiyono menjelaskan, jalur baru itu akan diresmikan Bupati Lombok Tengah, H Moh. Suhaili FT pekan depan, bahkan khusus pada pembukaan pendaki akan digratiskan. Jalur Aik Berik dipilih setelah pihaknya melakukan survei kelayakan diberbagai wilayah termasuk di Lombok Tengah. Jalur Aik Berik jalur alternatif paling aman dan lebih nyaman mengingat vegetasi hujannya masih lebat, kawasan hutannya juga masih alami sehingga pendaki bisa bertemu dengan Satwa dan juga di Aik Berik sendiri ketersediaan mata air sangat banyak. Di kawasan ini, juga masih aman meski terjadi gempa susulan.
“Tanggal 19 November ini kita akan resmikan bersama Bupati Loteng,” beber Sudiyono di Mataram, kemarin.
Jalur Aik Berik akan dijadikan satu paket berwisata bersama Air Terjun Benang Kelambu dan Air Terjun Benang Stokel dengan paket dua hari satu malam. Sebelum mencapai tujuan, para wisman bisa menikmati dua air terjun yang selama ini ramai dikunjungi wisman. Saat ini, pihaknya tetap menjalin koordinasi dengan Pemerintah Lombok Tengah termasuk melalui KPH yang ada di sana mengingat jalur ini melewati penyangga benang stokel. Kemudian juga saat ini masih disiapkan guide porter, Toru Organisation (TO) lokal yang akan disiapkan bersama dengan Dispar setempat.
“Kedepannya juga kami akan kita rintis tikectig satu pintu,” katanya.
Disinggung dengan kesiapan SDM, Sudiyono menyampaikan sudah ada tinggal menyesuaikan saja sambil berporses kedepannya termasuk SDM lokal juga disebutnya sudah bisa dipakia namun yang masih kurang kata dia, ketersediaan home stay dari masyarakat setempat kemudian pembenahan jalan akan sama-sama dilakukan bahkan TNGR berharap Pemkab Loteng bisa dengan cepat melakukan pelebaran jalan yang tergolong masih sempit.
“Tapi ini urusan Pemda,” kata dia.
Tidak hanya itu, saja terkait dengan jaringan telokuminkasi pun diakuinya masih lemah di lokasi tersebut, sehingga bagi pihak yang berwewenang agar bisa mempercepat penyediaannya karena dipastikan jalur Aik Berik ini akan seterusnya dipakai para pendaki.
“Jalur alternatif cuma satu, Aik Berik ini layak dan cukup aman,” bebernya.
Untuk sementara ini, pendaki hanya dibolehkan mendaki sampai bisa melihat danau saja atau bisa juga melihat bukti Tondano artinya pendaki tidak bisa sampai mengunjungi Segera Anak.
Terkait kost yang akan dibayarkan seperti aturan TNGR sebelumnya akan dihitung membayar harian yaitu hanya Rp 5 ribu satu hari, bagi pendaki biasa sementara untuk mancanegara dikenakan Rp 150 ribu dan itu masuk ke dalam kas Taman Nasional. Adapaun untuk kost TU kata dia, urusan mereka masing-masing namun jika ada hal yang perlu dibahas terkait teknis lainnya, bisa dilakukan sambil jalan tetapi intinya bisa berwisata saja terlebih dahulu.
TNGR juga telah menyiapkan pendaftaran mendaki secara online. Bahkan saat ini, sudah ada lima pendaki yang sudah memboking sesuai dengan tanggal yang diharapkan.
“Model online ini untuk memudahkan pendaftaran,” pungkasnya. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here