Beranda Mataram Cerita Peserta di Balik SKD CPNS Kota Mataram

Cerita Peserta di Balik SKD CPNS Kota Mataram

BERBAGI

Monalisa Bahagia Lampui Passing Grade, Kuncinya Doa dan Belajar

Sebanyak 400an orang mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di setiap sesinya. Termasuk pelamar untuk formasi di Kota Mataram. Ada yang bahagia dan sedih usai menjawab soal SKD.
RIRIN FITRIANA-MATARAM
WAJAH-wajah serius terlihat di dalam Gedung Grand Imperial Ballroom, Jalan Panjitilar. Mereka adalah peserta ujian CPNS yang fokus mempelototi layar komputer di hadapannya masing-masing, saat mengikuti tes menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Sejak Rabu (7/11) lalu, sebanyak 6.777 pelamar untuk formasi di Kota Mataram akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Dibagi dalam beberapa sesi, hingga berakhir hari Sabtu (10/11) mendatang.
Untuk seleksi kompetensi dasar (SKD) terbagi lagi menjadi tiga. Yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TWU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Nilai Ambang Batas SKD CAT seleksi CPNS 2018 berdasarkan Permenpan Nomor 22 Tahun 2017 adalah 75 untuk TWK, 80 untuk TIU, dan 143 untuk TKP.
Begitu keluar ruang ujian, peserta menunjukkan ekpresi beragam. Ada yang santai, berekpresi biasa saja, sedih hingga tersenyum bahagia. Seperti ditunjukkan Monalisa Islami. Dengan senyum sumringah, ia menunjukkan hasil nilai SKD yang baru dijalaninya.
TWK, dan TIU masing-masing 90, dan 146 untuk TKP. Perolehan itu jelas melebihi nilai ambang batas. Jadi wajar ia bahagia, sekaligus tidak menyangka. Tahun ini merupakan kesekian kalinya ia mengikuti tes CPNS, sejak lulus kuliah. “Sekarang tugas di RS Praya,” kata wanita kelahiran Sengkol tahun 1989 ini
Sudah delapan tahun ia mengabdi di RS. Dipilihnya Kota Mataram untuk melamar CPNS, karena memang tidak ada formasi perawat di Loteng. Kuncinya bisa meraih nilai itu, kata dia, adalah belajar dan berdoa. “Persiapannya, hanya belajar dan berdoa,” kata lulusan DIII keperawatan ini.
Soal yang disajikan saat SKD, menurut dia, susah-susah gampang. Semua soal mengecoh. Tinggal bagaimana mencari jawaban yang paling benar. Harapannya setelah SKD, ia bisa juga dengan sukses menjalani tes berikutnya. Yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Soal bagaimana nasibnya nanti lulus sebagai CPNS atau tidak, Monalisa tetap memohon hasil terbaik kepada Allah.
Nasib Monalisa bisa jadi lebih baik dari Afi. Ibu beranak satu ini tak bisa melampui passing grade. “Iya, nilai TKP nggak bisa melampui,” katanya.
Namun Afi menanggapi hasil itu dengan santai. Ia tetap tersenyum saat keluar ruang ujian, seraya menghampiri suami dan si buah hati yang menemaninya menjalani ujian. “Soalnya mengecoh. Tapi masih bisa belajar lagi, kan sudah tahu soalnya seperti apa,” jawabnya.
Memang, tidak mudah melampui passing grade atau batas nilai minimal yang harus dicapai. Saat tes hari pertama, Rabu (7/11) sore, hanya 17 orang dari 440 peserta yang memenuhi passing grade. Terdapat 20 peserta tidak hadir.
Melihat susahnya menjadi CPNS, Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito nyeletuk. “Yang sudah jadi PNS, harus bersyukur. Rajin-rajin bekerja,” pesannya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here