Beranda Lombok Barat Upaya Pemkab Lobar Antisipasi Banjir Musiman

Upaya Pemkab Lobar Antisipasi Banjir Musiman

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA BANJIR: Kondisi banjir yang pernah terjadi tahun lalu di Desa Senteluk Kecamatan Batulayar, Lobar.

Gencarkan Gotong Royong, Atensi Cegah Banjir di Senggigi

Sejumlah titik di wilayah Lobar, menjadi langganan banjir. Termasuk Senggigi. Tak ingin terus kebanjiran, Pemkab Lobar telah menyiapkan langkah antisipasi.
WINDY DHARMA-LOBAR
LAMA dinanti, hujan akhirnya tiba menjelang akhir tahun ini. Intensitas hujan beberapa hari belakangan terbilang cukup besar. Bahkan, debit air sejumlah sungai ikut naik. Jika sungai meluap, dampaknya sudah bisa ditebak. Banjir pasti terjadi. Pemkab Lobar tak ingin wilayahnya kembali terdampak hujan yang deras. Terutama di kawasan wisata Senggigi.
Bukan rahasia lagi jika beberapa daerah di wilayah Lobar, termasuk Senggigi menjadi langganan banjir. Jika dibiarkan dkhawatirkan mengganggu aktivitas pariwisata. Terlebih lagi, Senggigi merupakan kawasan wisata andalan Gumi Patuh Patut Patju.
Sebagai antisipasi, Pemkab Lobar mulai menggencarkan gotong royong bersama warga sekitar. Diajak pula Balai Wilayah Sungai (BWS) NTB dan Balai Jalan nasional (BJn) NTB untuk ikut memperhatikan masalah banjir.
Sebab, semua pihak termasuk masyarakat harus peduli. Mengingat penyebab banjir kebanyakan disebabkan saluran air yang mampet oleh sampah. “Gotong royong atau bersih-bersih saluran air adalah program jangka pendek dari pengendalian banjir di kawasan ini,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar, I Made Arthadana.
Adapula rencana pembangunan dan pengendalian wilayah Senggigi yang terbagi dalam enam spot. Di awali dari kali Meninting sampai gerbang kawasan, dinyatakan sebagai spot 1. Spot 2 berlanjut sampai area Hotel Jayakarta yang setiap tahunnya mengalami genangan cukup parah. Berikutnya berlanjut ke spot 3 di Makam Batulayar, dan spot 4 di Pura Batu Bolong. Spot 5 berlanjut ke arah Holiday Inn dan spot terakhir berada di kawasan Holiday Inn dan sekitarnya.
Dari enam spot yang direncanakan itu, spot 2 dan 5 menjadi sasaran utama. Sebab, langganan banjir setiap musim hujan. Menurut pria berkumis tebal ini, dua spot itu merupakan inti dari pengendalian banjir. “Pemda dan institusi teknis (BWS dan Bjb) berjibaku dalam mengendalikan banjir tahun ini,” jelasnya.
Banjir juga menjadi perhatian Bupati Lobar H Fauzan Khalid. Secara khusus, orang nomor satu di Lobar itu meminta agar dua spot tersebut diprioritaskan dalam penanganannya. “Terutama soal drainase di bahu jalan dan yang ada di area Senggigi,” pinta Fauzan.
Seluruh area langganan banjir itu harus dikerjakan bersama berdasarkan kewenangan masing-masing. Yaitu pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. “Dengan antisipasiini, kita ingin membangkitkan pariwisata yang sempat sepi akibat gempa kemarin,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here