Beranda Lombok Timur Postur Bansos DBHCHT Berubah

Postur Bansos DBHCHT Berubah

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA Asairul Kabir

LOTIM – Peraturan Menteri Keuangan (Kemenkeu) nomor 202 tahun 2018, membuat postur Bantuan Sosial (Bansos) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) berubah. Permenkeu itu, mengatur Bansos DBHCHT 50 persen untuk kesehatan. Selebihnya dibagi dalam bentuk Bansos bagi petani tembakau, perbaikan dan pembangunan fisik pendukung pertanian, serta dialirkan ke sejumlah dinas terkait. Jumlah Bansos DBHCHT Lotim sebesar Rp 54 miliar lebih.
Sementara di Lombok Timur (Lotim) hingga saat ini, Dinas Pertanian termasuk bidang perkebunan, belum dipanggil Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), untuk membahas postur Bansos DBHCHT itu. “Sampai sekarang kami belum dipanggil, untuk dimintai pendapat,” kata Asairul Kabir, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian, di kantornya kemarin.
Ia menjelaskan, porsi 50 persen untuk bidang kesehatan ini belum diketahui seperti apa bentuknya. Sementara yang masih menjadi harapan petani, bagaimana Bansos DBHCHT itu dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan atau membangun jaringan irigasi, jalan usaha tani dan sebagainya. Mengingat, infrastruktur pendukung sektor pertanian masih sangat minim. “Memang tahun ini ada untuk kesehatan. Tapi jumlahnya kecil. Selebihnya Bansos untuk petani Rp 17,2 miliar, perkebunan Rp 4 miliar dan belum lagi bidang dan dinas lainnya,” tandas Kabir.
Kaitan dengan rencana perubahan postur Bansos mengacu Kemenkeu 202 tahun 2018 itu, Kabir mengaku tergantung kebijakan Bupati. Namun yang jelas, pembagian sisa setelah 50 persen untuk bidang kesehatan itu, sangat bergantung pada Bupati, sebagai pengambil kebijakan.
“Apakah Bansos DBHCHT diterima petani tembakau Virginia dan Rajang berkurang atau tidak, nanti kita lihat. Yang jelas, tergantung kebijakan Bupati,” pungkas Kabir. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here