Beranda Mataram Pemilik Izin Minol Diingatkan Taati Aturan

Pemilik Izin Minol Diingatkan Taati Aturan

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA L Alwan Basri

MATARAM —Peneguran dilayangkan Dinas Perdagangan bersama Satpol PP kepada pihak Niaga Supermarket, karena menjual minuman beralkohol (Minol) secara demonstrative. Namun sebenarnya menurut Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, L Alwan Basri, pihak Niaga meletakkan minol di etalase tersebut sebagai tindaklanjut dari hasil pantauan Dinas Perdagang beberapa bulan sebelum ini. “Mereka sengaja taruh di depan, dalam etalase dekat meja kasir agar lebih mudah pengawasannya. Itu juga tidak langsung terlihat, karena letaknya di dalam,” jelas Alwan, kemarin.
Namun atas adanya laporan masyarakat, dan ditindaklanjuti kemarin, dengan pemberian teguran maka pihak pengelola Niaga bersedia merubahnya. Jejeran botol minol golongan A itu akan ditaruh di bagian belakang. Tak lagi terlihat vulgar.
Atas kejadian itu, Alwan kembali mengingatkan para pedagang yang telah memiliki izin menjual minol, tetap mentaati apa ketentuan yang ada dalam izin tersebut. Seperti, pembelinya harus berusia di atas 21 tahun. Diperkuat dengan menunjukkan KTP. Tata letak minol tidak demonstrative, dan bersatu dengan minuman lainnya. “Sebelum kita turun pemantauan, tata letaknya lebih demonstrative berjejer di rak,” sebutnya.
Menurut Alwan, pengelola memang kesulitan tempat untuk menaruh minol tersebut. “Karena toko tidak punya tempat lain. Tapi mereka sudah inisiatif pindahkan lagi ke lebih belakang,” katanya.
“Walaupun ada izin, mari punya kepedulian dan taati aturan,” imbuhnya.
Sebelumnya pada Senin (6/11) lalu, pengelola Niaga Supermarket di Jalan Sriwijaya ditegur aparat Satpol PP yang turun bersama Dinas Perdagangan Kota Mataram. Sebab, menjual minol secara demonstrative. “Ada laporan dari masyarakat lewat media social, yang keberatan dengan keberadaan minol di Niaga,” ungkap Komandan Satpol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati.
Meski sudah mengantong izin, menurut Bayu, pedagang juga jangan seenaknya. Harus tetap menjaga etika kota. Jangan semboyan dan motto Kota Mataram dinodai dengan ulah pedagang. “Apalagi ini dipajang di depan kasir, dengan etalase bening. Sangat tidak elok,” sebutnya.
Kepada pihak Niaga Supermarket, petugas memberikan teguran. Serta meminta penjualan minol tak lagi secara vulgar. “Pihak Niaga sudah diberikan teguran pertama agar memajang minolnya harus tertutup, jangan vulgar atau terbuka untuk umum,” tegasnya.
Setelah ditegur, dari pihak manajemen akan segera membuat tempat pemajangan minol yang tertutup. Serta berjanji akan berkoordinasi dengan pihak distributor minol tersebut untuk disiapkan tempat pemajangan dalam freezer. agar tidak terlihat vulgar oleh masyarakat umum. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here