Beranda Headline Oknum PKH Diduga Tilep Dana KPM

Oknum PKH Diduga Tilep Dana KPM

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA ORASI: Massa aksi KSPN, saat berorasi di depan sec]kretariat PKH Lotim yang satu atap dengan Dinas Sosial (Disos), kemarin.

Kejaksaan Didesak Bertindak

LOTIM – Belasan massa tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Lombok Timur (Lotim), mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim, dan Sekretariat Program Keluarga Harapan (PKH) Lotim. Massa mendesak oknum PKH yang diduga menilep dana Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sekitar Rp 162 juta, segera ditangkap.
Ketua KSPN Lotim, Muhyi Abidin, dalam orasinya, kemarin mengatakan, potongan administrasi dan menjadi tabungan KPM, menjadi dalih oknum PKH mengeruk keuntungan pribadi. Jumlah potongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bervariasi. Mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 100 ribu per KPM.
“Oknum mantan Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH itu harus segera ditangkap. Dia sudah memakan hak rakyat miskin secara zolim,” teriaknya.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Astriadi juga mengatakan, kasus dugaan penyelewengan dana BLT KPM oleh oknum, sudah ditangani Kejaksaan. Memang, oknum PKH tersebut memiliki itikad dan sudah menyatakan kesanggupannya mengganti uang tersebut. Akan tetapi, perbuatannya yang sudah merugikan masyarakat miskin itu tidak bisa ditoleri, karena mengambil dengan cara tidak baik.
“Ini bukan perkara mengembalikan, tapi ada niatan oknum untuk memperkaya diri, dengan cara ilegal,” tegasnya juga.
Orator aksi, Hirwan Sabari menambahkan, bicara aturan maka PKH sesungguhnya berada di bawah koordinasi Dinas Sosial (Disos). Sebab itu, pihaknya mempertanyakan sejauh mana Disos mengawal kasus dugaan penyelewengan dana KPM.
Bahkan dibeberkan Hirwan, ada banyak jumlah KPM yang sudah tandatangan, namun mereka belum menerima uangnya. Parahnya lagi, KPM tidak merima kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Apalagi pin ATM tidak mereka diberikan. “Sampai saat ini uang masyarakat belum dikembalikan. Kalau saja satu orang memegang 150 sampai 200 KPM, dengan pemotongan Rp 15 ribu sampai Rp 100 ribu, ratusan juta akan diperoleh oknum tersebut,” tegasnya seraya meminta Disos memberikan tindakan tegas dan mengawal kasus oknum PKH tersebut.
Usai orasi di depan Kejaksaan, perwakilan massa aksi diterima Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Lotim. Menurut penjelasan Kasi Intel Kejari Lotim, I Made Iwan Suhendra, kasus oknum PKH tersebut sudah naik ke tingkat penyidikan. Tim disebutnya, masih mengumpulkan bukti-bukti yang ada.
Karena itu, pihaknya meminta waktu pada masa aksi, untuk bekerja mengumpulkan bukti-bukti pendukung. Serta bekerja sesuai mekanisme yang ada. “Kami dari Kejaksaan, serius menangani kasus PKH ini,” tegasnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here