Beranda Headline Kantor Desa Lajut Diduga Dibakar

Kantor Desa Lajut Diduga Dibakar

BERBAGI
TARNADI/RADAR MANDALIKA TERBAKAR: Salah satu wartawan menunjukkan sisa-sisa dokumen Pemerintahan Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah di ruang pelayanan yang terbakar orang tak dikenal, Rabu (7/11) dini hari.

Polisi Gerak Cepat Ungkap Pelaku

PRAYA—Masyarakat Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah kembali dihebohkan oleh terbakarnya kantor desa mereka, Rabu (7/11) dini hari. Sebelumnya, beberapa hari terakhir kantor desa ini dalam kondisi disegel warga. Karena seperti diketahui, hingga saat ini polemik Pilkades masih belum berakhir.
Kapolsek Prateng, IPDA Khalid yang berada di TKP Rabu siang menjelaskan, dirinya mengetahui informasi tersebut sekitar pukul 03.26 wita. Saat itu ia dihubungi salah satu warga setempat yang tinggalnya tidak jauh dari TKP dan meminta bantuan. Tak berpikir panjang, ia sembari bersama anggota bergeser ke TKP. Bersama warga, jajarannya pun berusaha memadamkan api dengan air PDAM dan air sumur warga terdekat. Beruntung, beberapa saat kemudian api berhasil dipadamkan.
“Damkar juga datang., tapi sebelum datang api sudah redup. Tapi kita tetap suruh petugas menyemprotkan air ke dalam kantor untuk mendinginkan hawa panasnya,” tutur pria kelahiran Lajut ini.
Dikatakan Khalid, dari kejadian ini beberapa ruangan terbakar bersama sejumlah dokumen pemerintahan desa. Diantaranya, ruang Kades, ruang Sekdes, ruang pelayanan tengah dan ruang PKK dan ruang Kasi Pemerintahan. Sedangkan untuk kaca jendela yang pecah yang ada di samping utara dan selatan, sengaja dipecahkan oleh warga untuk melancarkan proses pemadaman api. Sebab saat kantor desa terbakar masih dalam keadaan terkunci.
“Saat ini kita masih selidiki kasus ini. Beberapa saksi juga tadi sudah dimintai keterangan di Polres, termasuk Pak H Safari yang melihat pertama kali melihat kebakaran tersebut,” ungkapnya.
Dari hasil identifikasi Polres yang dipimpin langsung Kasat Reskrim, diketahui ada bau minyak tanah di sekitar TKP yang terbakar. Sehingga ia menduga pelaku menggunakan bahan bakar tersebut untuk membesarkan api. Kendati demikian, dirinya tidak mau berspekulasi terlalu jauh terkait motif pelaku, termasuk mengaitkannya dengan polemic Pilkades.
“Saya tidak mau berandai-andai dulu. Biarkan anggota dari Polres saja yang membuktikan siapa pelakunya. Kita juga sudah pasangkan garis polisi untuk melancarkan upaya pengungkapan pelaku,” tegasnya.
Sementara salah satu warga setempat, Irpan Anwar berharap pihak kepolisian bekerja profesional dan segera mengungkap pelaku pembakaran tersebut. Sebab ia menilai, aksi ini sangat merugikan masyarakat. Sebab, ini adalah pusat pelayanan masyarakat Desa Lajut yang notabenenya merupakan lambang negara.
“Kami percayakan ke Polisi. Sebagai masyarakat mari kita jaga Kamtibmas,” ajak mantan Ketua Panitia Pilkades ini. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here