Beranda Headline Festival Pesona Gili Indah Jadi Promosi Pariwisata

Festival Pesona Gili Indah Jadi Promosi Pariwisata

BERBAGI
MEMBUKA: Acara selakaran sebagai bagian dari pembuka kegiatan Mandi Safar Rebo Bontong pada Festival Gili Indah, kemarin.

Dirangkai Mandi Safar Rebo Bontong

KLU—Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Utara bekerjasama dengan masyarakat Gili Meno menggelar event tahunan yakni Festival Pesona Gili Indah. Namun di dalamnya juga dirangkai kegiatan mandi safar atau yang lebih dikenal rebo bontong. Event ini dilakukan tidak lain sebagai upaya untuk membangun kembali promosi pariwisata dan budaya yang ada di Lombok Utara pascagempa bumi beberapa waktu lalu.
Event kali ini dipusatkan di Gili Meno, Desa Gili Indah. Sejumlah pejabat turut hadir, diantaranya Sekda Lombok Utara, H Suardi, serta sejumlah kepala OPD.
“Kita juga adakan lomba, seperti lomba jukung, lomba kano, fashion show dan tarik tambang,” ungkap Kadis Budpar Lombok Utara, H Muhamad.
Dalam acara mandi safar rebo bontong ini, masyarakat juga diajak bersinergi untuk mengemas kegiatan yang berlangsung. Seperti apa rangkaian kegiatan yang diharapkan kemudian ditampung agar terkesan tidak meninggalkan kearifan lokal.
“Malam sebelum acara kita juga gelar pengajian umum dengan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Ritual mandi safar ini lanjut Muhamad tidak keluar dari norma agama. Sebab sebelum acara mandi safar dilangsungkan, Pemkab bersama warga sekitar dan sejumlah wisatawan melakukan acara peroahan, doa bersama dan acara selakaran tanpa adanya sesaji yang disuguhkan. Setelah itu baru selanjutnya masyarakat terjun ke pantai untuk mandi bersama-sama yang dipercaya memiliki nilai kerohanian.
“Event ini juga untuk menunjukan bahwa pariwisata Lombok Utara sudah mulai bangkit. Ini pun bagian dari recovery pariwisata,” bebernya.
Sementara itu, Sekda Lombok Utara, H Suardi menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif masyarakat dalam event tahunan ini. Selain sebagai upaya promosi pariwisata, event ini juga bagian dari silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat.
“Kita juga dapat mendengar apa yang menjadi saran dan keluhan masyarakat, agar pariwisata ini dapat kita bangun sama-sama,” cetusnya. (dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here