Beranda Lombok Utara Tak Pengaruhi Geliat Investasi

Tak Pengaruhi Geliat Investasi

BERBAGI

KLU —Bencana gempa bumi yang menimpa Kabupaten Lombok Utara (KLU) dinilai tidak berpengaruh besar terhadap daya tarik para investor untuk berinvestasi di Lombok Utara. Sektor investasi dirasa normal dengan catatan realisasi sebesar Rp 600 miliar hingga November 2018 ini.
“Masih dalam posisi aman meskipun terjadi gempa, sekarang ada Rp 65 triliun nilai investasi dan yang terealisasi sekitar Rp 600 miliar,” ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PTSP) KLU, Vidi Eka Kusuma.

Dari total investasi senilai Rp 65 triliun tersebut terdapat 50 lebih investor yang sudah dan hendak menanamkan modal di kabupaten termuda di NTB ini. Terlebih dalam target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dinas ditargetkan merealisasikan investasi setidaknya Rp 1,10 triliun. Pihaknya optimis target tersebut bisa mendekatai atau tercapai sebelum 31 Desember mendatang.
“Kalau itung-itungan realisasi harus dilihat pas Januari. Baru di sana akan ketahuan apakah melampaui atau tidak, kita masih punya waktu,” katanya.
Ia mengakui optimis, Apalagi saat ini pemerintah pusat belakangan mengeluarkan Online Single Submission (OSS) yakni mekanisme baru pengurusan izin daring (dalam jaringan) yang terintegrasi ke semua Kementerian di Indonesia.
Sistem ini dirasa memudahkan calon-calon investor yang akan melirik potensi daerah lantaran mereka dapat mengisi data langsung melalui online. Selanjutnya, usai mengisi data daring praktis investor akan mendapat sejumlah izin.
“Nomor Induk Berusaha (NIB) berupa barcode langsung bisa diterima. Lalu izin usaha, izin lokasi, izin lingkungan dan sertifikasi. Semua ini dikontrol oleh pemerintah pusat jadi ketahuan berapa nilai investasinya,” jelas dia.
Di dalam internal dinas sendiri guna memudahkan penjaringan pengajuan izin secara OSS akan dibuat aplikasi pada tahun 2019 mendatang. Tujuannya untuk meringkas mana-mana investor yang telah mendapat izin, merealisasikan nilai investasi dan titik lokasi tertentu. Karena OSS merupakan cakupan kepengurusan izin secara luas yang mana seluruh database akan masuk di sana.
“Karena kalau dicari satu persatu susah itu rumit semua Indonesia. Makanya dengan aplikasi ini nanti akan memudahkan bisa untuk di Lombok Utara saja misalnya,” ucapnya.
“Kami juga berlakukan komitmen dengan investor. Calon investor yang akan berinvestasi kami beri jangka waktu. Kalau dalam jangka waktu tertentu belum juga memenuhi syarat maka izinnya akan dicabut,” pungkas Vidi. (dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here