Beranda Lombok Barat Passing Grade Terlalu Tinggi

Passing Grade Terlalu Tinggi

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA H Ahmad Zainuri

LOBAR —Tingginya passing grade sebagai standar kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS), juga dikeluhkan dewan Lobar. Akibat tingginya passing grade itu, banyak putra-putri daerah berguguran. Imbasnya, sejumlah formasi tidak ada yang lulus pelamarnya. “Ini merugikan putra daerah,” kritik anggota DPRD Lobar dari Fraksi PKPI, H Ahmad Zainuri yang ditemui kemarin.
Menurut politisi asal Narmada ini, tidak bisa pemerintah pusat memukul rata kualitas pendidikandi daerah dengan pusat. Menurutnya, kualitas ilmu yang ditempuh di universitas ternama seperti UI, UGM atau Brawijaya berbeda dengan universitas daerah lain.
Harusnya pusat memberikan standar yang berbeda di masing-masing daerah.
“Kalau tes di Jakarta standarnya sekian, tes daerah selain Jawa sekian. Supaya dibedakan,” sarannya.
Selain itu, ia juga mengkritisi keharusan memenuhi passing grade di masing-masing poin di SKD. Ia merasa hal itu tidak adil jika hanya karena salah satu saja tidak terpenuhi, dinyatakan tidak lulus.
Ia menceritakan hal yang dialami anaknya. Jika dikumulatif memenuhui standar. Hanya karena satu item di Tes Karakteristik Pribadi (TKP) tidak memenuhi standar, anaknya tidak lolos. Padahal dua item lainnya, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Intelegensia Umum (TIU) nilainya melebihi standar.
Ia pun mendukung langkah Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Lobar mengajukan kebijakan terkait penggunaan rangking. Artinya nilai standar dikurangi. Sehingga walaupun tidak mencapai passing grade, masih banyak peserta yang bisa lolos. “Artinya, negara tidak dirugikan. Ini kan negara dirugikan dengan anggaran yang begitu besar. Di satu sisi tidak ada bisa yang tembus seratus persen (formasinya),” sebutnya.
Sebelumnya, pihak BKDPSDM Lobar berencana mengajukan perubahan penilaian kelulusan untuk SKD. Sebab, dari 7.355 pelamar hanya sekitar 87 peserta yang lolos. Hampir sebagian besar formasi jumlah pesertanya tidak memenuhi ketentuan TKB. Seperti formasi guru kelas ahli pertama serta formasi guru seni budaya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here