Beranda Headline Passing Grade Bikin Was-was

Passing Grade Bikin Was-was

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA TES: Para pelamar penerimaan CPNS Lobar saat mengikuti SKD beberapa waktu lalu. Hari ini, giliran pelamar Kota Mataram menjalani SKD.

MATARAM —Hari ini, pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Mataram akan menjalani Seleksi Kemampuan Dasar (SKD). Sebanyak 460 peserta akan mengikuti tes dalam satu sesi, dari pukul 16.00 hingga 18.00 Wita. Berlokasi di Grand Imperial Ballroom, Jalan Panjitillar. “Iya besok tes, dari jam empat hingga enam sore. Hanya satu sesi. Dari kita sudah siap di lokasi sejak jam tiga,” kata Kepala Badan Kepengawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati, kemarin.

Sementara peserta tes, diharuskan datang lebih awal. Yakni pukul 15.30 Wita, sebab peserta akan melakukan registrasi sebelum SKD dimulai. “Per sesi 460 orang,” kata Nelly.
Sesuai jadwal, tes bagi peserta penerimaan CPNS akan digelar mulai hari ini hingga tanggal 9 November. Terdapat 40 petugas yang berjaga, mulai dari pemeriksaan administrasi hingga pengawasan dan operatos CAT. “Di tanggal 9, sesinya full dari pagi hingga sore.
Terhadap proses seleksi hari ini, Nelly memiliki ekspektasi tinggi peserta dari Mataram bisa lolos passing grade. “Kita lihat dari hasil simulasi, nilai bagus. Kita juga banyak bekali mereka, dan aktif berikan bimbingan kalau ada pertanyaan. Humas online atau humas di kantor juga aktif,” jelas Nelly.
Diketahui, untuk seleksi kompetensi dasar terbagi lagi menjadi tiga. Yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TWU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Nilai Ambang Batas SKD CAT seleksi CPNS 2018 berdasarkan Permenpan Nomor 22 Tahun 2017 adalah 75 untuk TWK, 80 untuk TIU, dan 143 untuk TKP.
Peserta yang memenuhi passing grade dan dinyatakan lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), selanjutnya berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). “Persentasenya, SKD 40, SKB 60,” sebut Nelly.
Bila nantinya terdapat peserta yang tidak lolos passing grade dalam satu formasi, Nelly mengaku, telah mendapat solusinya. “Jika ada satu formasi, tidak ada memenuhi passing grade tapi formasi itu masih dalam bidang kesehatan, bisa diisi dari formasi lain yang lolos passing grade. Hanya jadi masalah, jika formasinya hanya satu,” sebutnya memberi contoh.
“Kalau untuk pendidikan dan kesehetan, bisa tercover dari passing grade di formasi yang lain,” imbuhnya.
Persoalan tingginya passing grade ini, menurut Nelly, memang membuatnya was-was. Protes sudah dilayangkan ke pusat. Karena kemungkinan aka nada lowong formasi akibat tidak lolos passing grade. “Kemungkinan kosong sangat besar. Bukan satu atau dua orang, tapi bisa sampai lebih dari setengah peserta tidak memenuhi passing grade,” jelasnya.
Melihat hal itu, Nelly menyebut jika seleksi CPNS tahun ini sangat ketat. Pusat sepertinya menginginkan PNS yang bisa go internasional. Padahal, sumber daya manusia (SDM) di daerah tidak bisa disamakan dengan di pusat. “Mestinya dibuat kluster jangan disamakan,” sarannya.

Sebagai informasi, nilai ambang batas tersebut adalah nilai minimum yang harus dipenuhi dalam setiap subtes bagi para calon CPNS. Artinya, peserta ujian CPNS akan lolos jika nilai yang didapatkan pada setiap subtes memenuhi nilai ambang batas tersebut.
Sebaliknya, berapapun nilai total yang didapatkan tidak akan berpengaruh jika ada salah satu subtes yang nilainya di bawah ambang batas.
Untuk instansi yang seleksinya menggunakan CAT, jumlah keseluruhan soal sebanyak 100 soal pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban (A, B, C, D dan E). (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here