Beranda Mataram UKM Mulai Bangkit Pascagempa

UKM Mulai Bangkit Pascagempa

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA MULAI BANGKIT: Seorang pedagang di pasar tradisional sedang menunggu pembeli.

MATARAM —Bencana gempa sudah berlalu sekitar dua bulan lalu. Seiring waktu, kondisi Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Mataram sudah mulai bangkit. “Memang UKM kita tidak terdampak gempa secara langsung, tapi secara tidak langsung,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Mataram, Yance Hendra Dirra.
Dampak tidak langsung itu artinya, pasar UKM terpengaruh. Dimana kekuatan pasar membeli yang berkurang. Hanya saja, kondisi itu cepat pulih. Utamanya untuk UKM pangan. Sedangkan UKM lain, masih ada yang masih terganggu pascagempa. “UKM pangan cepat recoverynya,” kata Yance.
Kepada UKM yang terdampak gempa, telah difasilitasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bisa melakukan penjadwalan ulang terhadap cicilan mereka di bank maupun pengadaian. “Jadwal ulang cicilan utang bisa sampai setahun. UKM silakan berhubungan dengan bank, termasuk pengadaian,” ujarnya.
Mengenai upaya pelatihan, Yance mengaku, tetap dilakukan secara terjadwal. Namun, tidak khusus bagi UKM maupun IKM yang terdampak gempa. “Semua terdampak gempa. pelatihan diberikan bagi yang belum menerima pelatihan,” imbuhnya.
Kondisi UKM dan IKM di Kota Matar‎am, lanjut Yance, secara peralatan fisik tidak ada rusak akibat gempa. Dampak yang sangat dirasakan justru pada turunnya omzet hingga tersisa 30 persen. “Kalau sekarang sudah recovery 50-60 persen,” sebutnya.
Sebelumnya saat gempa melanda, UKM dan IKM kesulitan di pemasaran karena kebutuhan masyarakat terhadap hasil UKM menurun. Pemkot Mataram menunjukkan kepedulian kepada UKM dan IKM di Kota Mataram. Baik yang terdampak langsung maupun tidak langsung adanya gempa. Kondisi saat ini, kata dia, omzet UKM turun hingga 70 persen. Terutama UKM pengolahan pangan. Berbeda dengan UKM pangan, UKM perbengkelan disebut lebih stabil. Meski terjadi penurunan omzet, namun hanya 10-20 persen.
Data dinas, jumlah IKM dan UKM mencapai 39 ribuan. Rinciannya, UKM sebanyak 34 ribuan, dan IKM 4 ribuan. Terdapat sekitar 4 ribuan bergerak di UKM pangan. “Pemasaran keluar tetap jalan lewat online. Dari luar daerah aman permintaan,” ungkapnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here