Beranda Headline Pendapatan Daerah Menurun Tajam

Pendapatan Daerah Menurun Tajam

BERBAGI
JHONI SUTANANGGA/RADAR MANDALIKA TEKEN STRUKUR ANGGARAN: Gubernur NTB, Zulkieflimasnyah, Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda serta wakil DPRD NTB, Abdul Hadi dan Lalu Wirajaya saat menandatangani postur APBD Pemprov NTB 2019, kemarin.

MATARAM – Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) disampaikan Pemprov NTB. Sesuai strukur rencana APBD 2019, terdapat selisih dana belanja tidak langsung dan belanja langsung pada APBD 2019 tergolong tipis hanya mencapai 941.334.808.841.

Dimana untuk belanja tidak langsung di RAPBD murni sebesar 3.092.895.843.174,29 dari APBD. Sementara untuk belanja langsung Rp 2.151.561.034.222,87. Gubernur NTB melalui Sekwan DPRD NTB, Mahdi menyampaikan alokasi belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai sebesar 1.494.517.114.000,56, Belanja Hibah 879.399.633.000,00, Belanja Bantuan Sosial 48.439.386.913,73, Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi /Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa 641.582.947.660,00, Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi / Kabupaten / Kota, Pemerintahan Desa dan Partai Politik 18.956.761.600,00 dan Belanja Tidak Terduga 10.000.000.000,00. Untuk belanja langsung sesuai struktur anggaran tersebut 2.151.561.034.222,87 dengan rencana alokasi belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal. Namun masing masing alokasi pada item tersebut masih dalam pembahasan.

Sementara untuk pendapatan daerah berkurang mencapai 102.378.303.655,84 yaitu RAPBD tahun 2019 secara umum berjumlah 5.243.806.877.397,16 dibandingkan dengan di APBD 2018 sebesar 5.346.185.181.053,00. Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTB berkurang dimana untuk RAPBD 2019 berjumlah 1.682.135.490.597,16. Angka itu berkurang jika dibanidngkan pada APBD 2018 1.767.746.421.040,00. PAD tersebut teridiri dari Pendapatan Pajak Daerah (PPD) 1.340.689.853.350,00, Hasil Retribusi Daerah 23.807.449.351,00, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 65.452.614.511,00 dan lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 252.185.573.385,16. Untuk Dana Perimbangan pada RAPBD 2019 3.475.324.958.800,00 terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) 1.583.746.053.000,00, Dana Alokasi Khusus (DAK) 1.653.819.570.000,00. Baik DAU dan DAK ada penambahan dibandingkan APBD 2018 dimana DAU 1.537.777.886.000,00 dan DAK 1.454.262.126.000,00. Untuk lain lain pendapatan daerah yang sah pada RAPBD 2019 jauh menurun yaitu hanya 86.346.428.000,00 jika dibandingkan dengan APBD 2018 260.445.999.645,00 angka itu terdiri dari Pendapatan Hibah 50.000.000.000,00 dan Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus 36.346.428.000,00.

Sekretaris Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi NTB, Supran mengakui PAD tidak mengalami peningkatan. Namun justru sebaliknya, mengalami penurunan. Menurutnya pria yang juga Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), pajak rokok menjadi penyebab utama PAD menurun. Pengurangan pajak rokok itu dilakukan oleh pusat.

“Ini penyebab PAD kita turun,” kata Supran saat dikonfirmasi. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here