Beranda Mataram Lagi, 50 Koperasi Diusulkan Dibubarkan

Lagi, 50 Koperasi Diusulkan Dibubarkan

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA Yance Hendra Dirra

MATARAM —Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Mataram akan kembali mengusulkan pembubaran 50 koperasi di akhir tahun ini. Jumlah itu dari total 206 koperasi yang tidak aktif di Kota Mataram. “Tahap pertama tahun 2017, telah dibubarkan 48 koperasi. Keluar keputusannya dari Kementerian Koperasi,” jelas Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Mataram, Yance Hendra Dirra, kemarin.

Kemudian sebanyak 54 koperasi tidak aktif kembali dibubarkan tahun 2018. Sehingga tersisa 104 koperasi yang sedang persiapan pembubaran, dan menjadi target pembubaran pada tahun 2019-2020. “Untuk usulan pembubaran tahun 2019, kami sedang mempersiapkan berbagai administrasinya,” jelasnya.
Yance menyebut, sebanyak 154 koperasi sudah berhasil dibubarkan. Kenapa harus dibubarkan? “Karena sudah nggak bisa dibina, ada yang tinggal pelang nama, pengurusnya nggak ada,” ujarnya.
Sebelum dibubarkan, butuh proses. Dipastikannya, sisa-siswa koperasi yang tak sehat itu akan segera diusulkan pembubarannya. “Akhir tahun usulkan lagi 50 koperasi, tahun depan sisanya,” sebutnya.
Data Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Mataram, jumlah koperasi aktif sebanyak 396. Namun, hanya terdapat 54 koperasi yang sehat. Sisanya, ada yang kondisinya kurang sehat, dan tidak sehat.
Selama ini, kata Yance, pembinaan tetap dilakukan. Secara administrasi maupun teknis. “Pembinaan teknis dengan pelatihan, dan kita tetap turun ke koperasi-koperasi itu,” katanya.
Bahkan, Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Mataram memiliki petugas pendamping koperasi. Berjumlah empat orang, petugas itu bertugas mendampingi koperasi agar tetap sehat.
Persoalan mendasar yang dihadapi koperasi, kata Yance, adalah tidak memiliki pangsa pasar. “Koperasi kalah dengan usaha swasta murni,” jelasnya.
Untuk itulah, Yance sebenarnya sangat berharap pada Perda tentang pemberdayaan koperasi dan UKM. Perda itu telah diusulkan sejak awal tahun ini, dan harapannya bisa diketok DPRD Kota Mataram pada September lalu. Sehingga tahun depan sudah berlaku.
Namun apa daya, Perda itu dipending pembahasannya oleh dewan. Alasannya, wakil rakyat masih terbentur dengan pembahasan APBD. “Dewan minta ditunda tahun depan. Kalau dari kita, minta dipercepat,” tegasnya.
Bila diketok September lalu, maka tahun ini Yance siap mengeluarkan petunjuk pelaksana (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis). “Kecewa sebenarnya. Tapi nggak apa-apa. Lebih baik telat daripada tidak,” imbuhnya.
Yance memiliki alasan untuk kecewa. Sebab, Perda ini sangat diharapkan banyak penggiat koperasi di Mataram. “Karena masalah koperasi ya itu, tidak punya pangsa pasar,” ujarnya.
Dalam regulasi itu, salah satunya memberikan kesempatan bagi koperasi menjadi pihak ketiga dalam pengadaan barang dan jasa yang dilaksanakan pemerintah kota. Dengan adanya peluang itu, diharapkan bisa memotivasi dan meningkatkan pertumbuhan serta perkembangan koperasi di Mataram. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here