Beranda Praya Metro Penyegelan Kantor Desa Lajut Harus Disikapi

Penyegelan Kantor Desa Lajut Harus Disikapi

BERBAGI

PRAYA – Kantor Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah sampai dengan saat ini masih disegel. Lantas kapan pusat pelayanan di desa ini akan kembali normal. Untuk itu, pemerintah diminta segera menyikapi persoalan di Lajut.
Adapun tuntutan sebelumnya warga Desa Lajut yakni, pelaksana tugas (Plt) Kades Lajut harus orang desa setempat. Kalau dari luar desa maka akan ditolak warga juga. Kemudian selain itu, Camat Praya Tengah M Sahri harus menunjukkan surat pengajuan pemberhentian diri menjadi Plt. Jika tidak, semua itu percuma.
“Kami tolak kalau orang luar jadi Plt,” tegas tokoh pemuda setempat, Husni Tamrin.
Sampai tadi malam, warga Desa Lajut mengaku belum melihat bukti bahwa benar Sahri sudah melayangkan surat penguduran diri sebagai Plt. Tapi, dia meminta agar Sahri menunjukkan bukti semua itu Senin besok.
Dalam pengusulan ASN asal Desa Lajut yang ditunjuk menjadi Plt. Ini menurutnya pasti bisa dilakukan, sebab banyak ASN di DPMD bahkan sudah jadi Seklur bisa ditarik menjadi Plt.
“Harus orang Lajut agar mengetahui kondisi desa kami,” tegasnya lagi.
Sementara, saat ini pelayanan di Pemdes sementara dialihkan ke kantor Camat Praya Tengah. Tapi tentunya, pelayanan tidak akan maksimal mengingat banyak perangkat pelayanan masih di kantor desa semua.
Beberapa hari yang lalu, Ketua Panitia Pilkades Lajut Irpan tidak mau ambil pusing dengan polemik hasil Pilkades. Pasalnya, pekerjaan panitia sudah selsai. Soal ada yang keberatan silakan bisa menempuh jalur hukum atau melayangkan gugatan.
“Pekerjaan kami sudah selsai,” katanya.
Dalam Pilkades di Desa Lajut, terdapat 5.571 jumlah pemilih, hasil penghitungan ditemukan 680 suara batal. Hasil hitungan saat itu juga, Cakades nomor urut 1 yang menang dengan memperleh suara 1 ribu lebih. Posisi nomor 2 nomor urut 2 dan terakhir ketiga. (r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here