Beranda Headline Sampah di Objek Wisata jadi Bom Waktu

Sampah di Objek Wisata jadi Bom Waktu

BERBAGI
JHONI SUTANGG/RADAR MANDALIKA PERSOALKAN SAMPAH: Sekda NTB, Rosyiadi Sayuti saat berbicang dengan ketua masyarakat NTB- Eropa, Desi Lombok dan membahas sampah, kemarin.

MATARAM – Masalah sampah di objek wisata di Pulau Lombok bahkan NTB, terancam akan menjadi bom waktu untuk keberlangsungan dunia pariwisata.

Sebagai bukti, seorang warga yang merupakan ketua masyarakat NTB-Eropa, Desa langsung menyampaikan persooalan ini kepada gubernur dan wakil gubernur. Termasuk langsung juga disampaikan di hadapan Sekda NTB.
“Ini seringkali saya jumpai di beberapa lokasi wisata di Lombok. Sampah masih menjadi persoalan yang tidak ada penyelesaiannya,” kata Desi saat menyampaikan protesnya, kemarin.
Kondisi itu kata Desi, membuat dirinya malu mengajak wisatawan terutama asal Belanda berkunjung ke Lombok, sebab dia khawatir akan membuat mereka kecewa sehingga Lombok akan memilik imej yang kurang baik bagi mereka. Desi bercerita masalah sampah ini tidak saja masih terjadi di lokasi wisata pantai, melainkan juga di danau. Pengalamannya mengunjungi salah satu danau di Lombok Utara pun sampah ditemuinya berserakan.
Menurut perempuan kelahiran Praya yang lama tinggal di Belanda itu, seharunya petugas memberikan kantong plastik kepada setiap wisatawan yang mendaki agar ketika turun mereka bisa memungut dan menaruh sampah di kantong plastik tersebut.
“Ini yang tidak dilakukan pemerintah,” sentilnya keras.
Selain masalah sampah katanya, di lokasi pantai selatan Lombok seringkali terjadi pungutan liar. Selain membayar parkir mereka juga dikenakan karcis masuk yang tidak resmi. Karcis yang dipungut tidak masuk sebagai retribusi daerah.
“Saya coba masuk di pantai Lombok Selatan saya cek karcis masuknya tidak resmi,” keluhnya.
Sejumlah masalah itu, kata dia seharusnya disikapi oleh pemerintah daerah agar wisman merasa menikmati objek wisata tersebut. Yang ada kata dia, banyak pengalaman tidak menyenangkan saat berlibur hal serupa pun sering di keluhkan oleh wisman lainnya.
“Kalau masih begini masalahnya saya malu ajak temen temen Belanda ke Lombok. Saya takut mereka kecewa,” katanya.

Sementara itu, Sekda NTB, Rosyiadi Sayuti mengaku masalah sampah selama ini masih menjadi masalah yang penangananya belum efektif. Meski pemerintah telah melakukan berbagai upaya, kata dia namun belum juga bisa menyelesaikan masalah sampah bahkan usaha penyelesaiannya bukan saja hari ini, bahkan dari tahun tahun sebelumnya.
“Kita sudah lakukan berbagai cara tapi kan masih belum efektif,” kata Sekda.
Mulai tahun ini, pemerintah provinisi akan memanfaatkan fasilitas NTB Care, aplikasi yang merespons dengan cepat keluhan masyarakat. Jika keluhan soal sampah, kata dia ketika masuk ke aplikasi NTB Care maka akan langsung disampaikan ke dinas leading sektor yang menanganinya, sehingga dalam waktu satu jam bisa langsung diatasi. Masalah sampah ini merupakan ranah Dinas Lingkungan Hidup bahkan di Kementerian sudah ada petugas setara eselon satu yang fokus menangani masalah sampah.
“Maka kalau di Provinsi kita ada Dinas Lingkungan Hidup. Kalau nanti leading sektornya di kabupaten maka keluhan itu akan disampaikan,” ujar Sekda. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here