Beranda Lombok Barat Ketika Keberadaan Gedung Seni Budaya Disorot Dewan

Ketika Keberadaan Gedung Seni Budaya Disorot Dewan

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA Multazam

Disebut Mubazir, Jarang Dipakai Pagelaran Seni Budaya

Keberadaan gedung Seni dan Budaya milik Pemkab Lombok Barat (Lobar) di Kecamatan Narmada, dipertanyakan manfaatnya. Sejak diresmikan beberapa tahun silam, pemanfaatannya dirasa kurang maksimal.
WENDY DHARMA-LOBAR
BERLOKASI di pinggir jalan raya di Kecamatan Narmada, secara arsitektur terlihat jika Gedung Seni dan Budaya Lobar sangat representative untuk pertunjukan seni budaya. Namun kabarnya, gedung ini jarang digunakan untuk pentas kesenian atau kegiatan budaya. Justru lebih sering dimanfaatkan untuk kegiatan komersil seperti acara resepsi pernikahan dan kegiatan politik.
Atas hal itu, Wakil Ketua I DPRD Lobar, Multazam melayangkan kritikannya. Ia meminta dinas terkait seperti Dinas Pariwisata (Dispar) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar lebih fokus pada pelestarian seni dan budaya lokal. Daripada menggelar festival jazz yang dinilainya kurang efektif, lebih baik fokus pada pemanfaatan gedung budaya. “Ini gedung budaya kebanyakan dipakai orang nikahan,” kritiknya.
Terkait kurang maksimalnya pemanfaatan gedung budaya, Multazam atas nama lembaga berencana melakukan koordinasi dengan Dikbud Lobar. “Ini harus disikapi dengan serius. Jangan sampai bangunan yang sudah dibuat justru tidak dimaksimalkan pemanfaatannya,” tandasnya.
Selain itu, berbagai banyak seni budaya yang dimiliki lobar. Namun, masih kurang mendapat perhatian Pemkab. Padahal seni budaya asal Lobar layak dijual daripada pertunjukkan musik jazz. “Lebih baik hidupkan kearifan lokal. Banyak budaya seni yang kita miliki, bahkan layak untuk dijual. Coba kita contoh Bali yang mengedepankan budaya untuk menarik minat wisatawan,” jelasnya.
Ia memiliki alasan kenapa tidak setuju digelarnya festival music jazz. Anggapannya, wisatawan asing yang berasal dari luar negeri sudah bosan dengan music jazz. Lantaran sudah sering mendengarkan di negara asalnya.
“Apa ikon pariwisata kita? Tidak ada. Wajar anggaran pariwisata dipotong. Karena belum mampu menjual pariwisata Lobar ke ranah dunia,” tegas politisi Nasdem ini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here