Beranda Lombok Timur Cara Satlantas Polres Lotim Edukasi Keamanan Berlalulintas

Cara Satlantas Polres Lotim Edukasi Keamanan Berlalulintas

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA AKP Ryan Faisal SIK

Tingkatkan Kesadaran, Cegah Lakalantas Lewat Film Pendek
Banyak cara dan ide cemerlang Kasat Lantas Polres Lotim dalam mengedukasi masyarakat agar tertib berkendara. Semua itu, demi keselamatan pengendara sendiri. Salah satunya, lewat film pendek.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM
SATUAN Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Timur (Lotim) terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalulintas. Karena bagaimana pun, angka pelanggaran kasat mata di wilayah hukum Polres Lotim, masih tergolong tinggi. Meski pun, angka Lakalantas fatalitas mengakibatkan Meninggal Dunia (MD) mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Beberapa cara dilakukan Satlantas untuk memberikan pemahaman keselamatan berlalulintas. Seperti melalui program penyuluhan ke sekolah, safari keselamatan ke desa dan kelurahan, serta melakukan sosialisasi di jalan-jalan dengan memerankan tokoh tertentu. Sementara ketika bersosialisasi di sekolah, Satlantas menggunakan media buah semangka. Satlantas menjatuhkan buah semangka tanpa dipasangkan helm, dan menjatuhkan semangka yang menggunakan helm. Itu maknanya, betapa penting menggunakan helm dan melengkapi diri dengan surat-surat kendaraan di saat mengendarai kendaraan.
Saat ini, Satlantas Polres Lotim sedang melakukan operasi dengan sandi operasi Zebra Gatarin 2018. Dalam operasi Zebra Gatarin itu, tidak sepenuhnya melakukan penindakan tegas berupa penilangan. Terutama terhadap pelanggar kasat mata. Tetapi tetap memberikan edukasi pada para pengendara, bahkan melakukan kegiatan simpatik.
Salah satu cara lain Satlantas Polres Lotim melakukan edukasi masyarakat Gumi Patuh Karya ini, melalui sebuah film pendek. Film pendek tersebut, diperankan Brigadir Bramasto Herlambang dengan Brigadir Evi Dwi Puspa. Dua Brigadir itu memerankan sosok dua sejoli yang sedang pacaran.
Ceritanya, si perempuan memperhatikan betul pacarnya dalam berkendara yang melanggar aturan dengan cara bonceng tiga tanpa menggunakan helm, menerobos lampu merah dan tidak mengurus kelengkapan surat berkendara seperti Surat Izin Mengemudi (SIM).
Ingat, film pendek itu bukan berarti untuk ditiru masyarakat. Film pendek tersebut, hanya adegan yang diperankan sebagai bentuk gambaran nyata kondisi yang terjadi di tengah masyarakat. Film pendek itu, semata-mata untuk mengedukasi masyarakat, agar mudah dipahami. Edukasi menggunakan visual seperti film pendek dan lainnya, dinilai akan lebih mudah mengena pada masyarakat.
Film pendek itu diupload Kasat Lantas melalui media sosial (Medsos) youtube dengan link https://youtu.be/iq0EOWKaikg. Termasuk melalui website, dan akun medsos yang dikelola langsung tim IT satlantas.
Menurut Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Lotim, AKP Ryan Faisal SIK, ide cerita dan skenario dalam film pendek itu muncul dari anggota Satlantas sendiri. Termasuk tim kreatifnya juga dari anggota Satlantas. Ide dan skenario itu didiskusikan bersama.
Semua adegan yang diperankan dalam film pendek oleh Bram dan Evi, tersirat pesan-pesan yang tidak boleh ditiru masyarakat dalam hal berkendara. Salah satunya, tidak boleh bonceng tiga, tidak boleh tidak menggunakan helm, apalagi menerobos lampu merah. Semua itu bisa berakibat fatal bagi masyarakat sebagai pengendara. Termasuk tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengendara roda empat. Sebagai pengendara, harus juga melengkapi diri dengan surat-surat seperti SIM dan STNK. “Film pendek ini, gambaran kehidupan nyata di tengah masyarakat saat ini dalam hal berkendara. Kami ingin masyarakat tetap selamat selama berkendara. Demi keselamatan, patuhi rambu-rambu lalulintas, gunakan helm, sabuk pengaman dan lengkapi diri dengan surat-surat berkendara,” imbau AKP Ryan Faisal SIK, Kasat Lantas Polres Lotim. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here