Beranda Lombok Barat Dana Retribusi Sampah PDAM Kemana?

Dana Retribusi Sampah PDAM Kemana?

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA TARIK: Salah seorang pelanggan menujukan rekening yang terdapat penarikan retribusi kebersihan di dalamnya, kemarin.

LOBAR —Sejumlah warga Kecamatan Kediri mempertanyakan kemana retribusi kebersihan yang ditarik melalui pembayaran rekening PDAM konsumen. Pasalnya warga mengeluhkan tumpukan sampah yang tidak bisa tertangani di tempat pembuangan sementara (TPS) sementara.
Dugaan dilakukanya penyelewengan dana itupun mencuat di tengah masyarakat. Sebab hampir setiap pembayaran rekening PDAM, retribusi sebesar Rp 5 ribu itu tetap ditarik.
“Itu retribusi sampah pada saat tidak bayar, rekening PDAM itu tidak diterima jika tidak membayar retribusi sampah,” ungkap salah seorang warga Kediri, Ahmad Sahib, Rabu (31/10).
Kondisi sampah itupun tidak hanya terjadi di Kediri saja, namun di beberapa daerah lainnya di Lobar. Warga pun meminta agar retribusi sampah itu dihilangkan saja.
“Retribusi sampah harus dicabut, karena mutlak melanggar aturan. Tidak ada hak PDAM menarik retribusi sampah itu,” tuntut Sahib.
Menanggapi hal itu Sekretaris PDAM Giri Menang, Syahrir Syair membantah jika PDAM yang memungut retribusi itu. Menurutnya PDAM hanya dititipkan untuk tempat pembayaran. Sedangkan untuk pengelolaanya oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar.
“Tidak ada sama sekali hubungan dengan PDAM. Uangnya tidak dikelola PDAM, begitu selesai diterima kami akan langsung menyerahkan kepada Pemda melalui LH,” tegasnya.
Perlu diketahui pelangan PDAM untuk Lobar sendiri macapai sekitar 40 ribu lebit. Hampir seluruh pelangan itu ditarik retribusi kebersihan sekitar Rp 5 ribu.
Sementara itu, Kapala DLH Lobar, HL Surapati mengaku memang seluruh pelanggan PDAM ditarik retribusi kebersihan tersebut. Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2011 tentang retribusi jasa umum. Dimana salah satunya Retribusi di bidang kebersihan.
“Nah PDAM itu sebagai media yang membantu untuk memungut kepada masyarakat, itu dasarnya MoU dengan PDAM,” ungkapnya.
Iapun membenarkan jika uang retribusi itu diserahkan kepada pihak DLH. Dana retribusi itu selanjutnya disetorkan ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bahkan menurutnya retribusi itu ditargetkan untuk tahun 2018 ini Rp 2 miliar.
“Jadi dia masuk ke PAD langsung, kemudian Pemda Lobar mendistribusikan untuk membantu kita membelikan armada. Seperti tahun ini kita dapat 2 unit untuk membantu mengangkat sampah,” pungkasnya. (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here