Beranda Headline Di Malam Pisah Sambut Kapolres Lombok Timur

Di Malam Pisah Sambut Kapolres Lombok Timur

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA PISAH SAMBUT : Mantan Kapolres Lotim saat menerima cinderamata saat acara pisah sambut digelar Bupati di Pendopo Bupati, Selasa (30/10) malam lalu.

Pesan Bupati, Gunakan Filosofi Jari Tangan

Saat pisah sambut Kapolres Lombok Timur (Lotim), Bupati mendoakan mantan Kapolres Lotim sukses di tempat tugas baru. Ia juga berharap besar pada Kapolres Lotim baru, termasuk Forkompinda lainnya.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM
MANTAN Kapolres Lombok Timur (Lotim), AKBP M Eka Fathurrahman SIK pindah menempati posisi baru sebagai Irbitbin Irwasda Polda Jawa Timur. Selama satu tahun lebih bertugas di Gumi Patuh Karya, Eka dikenal sosok bersahaja. Bahkan, pandai bergaul dengan masyarakat kalangan menengah ke bawah. Ia dikenal tidak memiliki sekat dengan personel, masyarakat dan lainnya.
Selama menjalankan tugas dibantu Wakapolres Lotim Kompol Wendi Oktarianysah, serta para perwira di satuan masing-masing, terutama Satuan Reserse dan Kriminial (Satreskrim), Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba), banyak membongkar dan mengungkap kasus kejahatan konvensional skala besar. Bahkan di satuan narkoba, mengungkap peredaran narkoba jenis sabu dalam jumlah cukup besar.
Sedangkan di Satuan Lalu Lintas (Satlantas), angka Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) mengalami penurunan. Masing-masing satuan memberikan sumbansgihnya, untuk menciptakan Kamtibmas di wilayah ini.
Bupati Lotim HM Sukiman Azmy, mulai mengenal mantan Kapolres Lotim itu saat sosialisasi pemenangan waktu Pilkada serentak lalu. Saat penanganan bencana banjir, terutama bencana gempa bumi, sering bersama-sama. Ia melihat selama pengabdiannya menjadi Kapolres Lotim, antara pemerintah dan masyarakat bisa dikatakan katagori paripurna (tingkatan paling atas).
Selain sedang menyelesaikan masalah bencana gempa bumi dan lainnya, terdapat masalah lain sifatnya mendesak dan membutuhkan penyelesaian cepat, seperti masalah jemaah ahmadiyah. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah Ahmadiyah itu.
Masalah lain yang menjadi dinamika saat ini adalah tambang pasir besi. Beberapa masalah itu, perlu menjadi fokus kedepan, agar satu suara dalam menghadapi masalah tersebut. Dibutuhkan koodinasi dan kekompakan dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada. Jika koordinasi bagus dan kompak, maka tidak akan ada yang menghambat setiap penyelesaian masalah itu.
Menurutnya apa pun itu, bisa dilakukan sepanjang masih dikoordinasikan. Dalam bekerja membangun daerah, ia mengibaratkan bagaimana menggunakan filosofi tangan. Kalau menyuap nasi tanpa ada ibu jari atau jari lainnya, tentu akan kesulitan, dan bahkan tidak akan bisa menyuap nasi. Artinya, semua punya peran dan andil masing-masing, dalam melaksanakan tugas dan pengabdian, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Apa pun bisa kita lakukan, sepanjang masih dikoordinasikan dengan baik. Kalau Zaman orde baru, bagaimana agar tetap Koordinasi, Terintegrasi, Simplikasi (KIS) dan lainnya,” kata Bupati Lotim.
Sementar aKapolres Lotim AKBP Ida Bagus Made Winarta SIK berkomitmen berupaya semaksimal mungkin melanjutkan semua program yang baik, yang dilaksanakan pendahulunya AKBP Eka Fathurrahman. Demikian juga dalam hal penyelesaian beberapa masalah yang masih ada di daerah ini. Termasuk, akan berupaya maksimal bagaimana daerah ini tetap aman dan kondusif, serta bagaimana Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pileg berjalan lancar, tanpa ada gesekan. (*/r3/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here