Beranda Mataram Sasaran Isbat Nikah Berkurang

Sasaran Isbat Nikah Berkurang

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA Chaerul Anwar

MATARAM —Tahun ini, program isbat nikah akan dilaksanakan Pemkot Mataram di bulan November. Rencana awal, target sasaran program isbat nikah sebanyak 100 pasangan suami istri (pasutri). Namun realisasinya nanti, hanya akan dilakukan terhadap 50 pasutri.
Alasannya, menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram, Chaerul Anwar, setelah ditelisik ternyata terdapat pasutri yang menikah kedua kali. “Aturannya, harus pernikahan pertama. Temuannya ternyata banyak pernikahan kedua,” katanya, kemarin.
Sebelum dilaksanakan isbat nikah, saat ini masih berproses di Pengadilan Agama. Diakui Chaerul, peminat isbat nikah cukup banyak. Tapi ternyata ditemui banyak persoalan, sehingga tidak memenuhi persyaratan. “Kebanyakan karena kawin kedua,” sebutnya.
Ditanya apakan program ini akan dilanjutkan tahun depan, Chaerul mengaku, masih akan melakukan evaluasi. Pertimbangannya, karena melihat banyaknya persoalan. “Karena bermasalah, kita evalausi dulu,” imbuhnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Mataram, tahun ini berencana mengadakan program isbat nikah gratis dengan target sasaran sebanyak 100 pasangan. Pasangan itu tersebar di enam kecamatan. Pada tahun 2017, program isbat nikah gratis ditiadakan karena peminatnya mulai berkurang. Hal itu terlihat dari realisasi sasaran sangat kecil dari target yang ditetapkan.
Namun dalam kegiatan musyawarah pembangunan bermitra masyarakat (MPBM) banyak masyarakat yang mengusulkan agar program isbat nikah gratis kembali dilaksanakan. “Dengan dasar itu, pemerintah kota tahun ini kembali melaksanakan kegiatan tersebut dengan mengalokasi anggaran Rp250 juta atau Rp250 ribu per pasangan,” sebutnya.
Sebelum program itu dilaksanakan, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan Pengadilan Agama Mataram dan Kantor Kementerian Agama Kota Mataram.
Dua lembaga itu, katanya, memiliki peran penting dalam mendukung terlaksanakan program isbat nikah gratis yang dilaksankaan pemerintah kota. “Pengadilan Agama bertugas melakukan sidang isbat, sedangkan Kantor Kementerian Agama mengeluarkan buku nikah,” katanya.
Mantan Kasatpol PP Kota Mataram ini mengatakan untuk menjadi calon peserta isbat nikah gratis, pasangan perlu memenuhi beberapa persyaratan. Antara lain pernikahan yang dilakukan berlangsung di bawah tahun 2015, menjadi pernikahan pertama, dan berasal dari keluarga tidak mampu.
Program isbat nikah gratis, tambahnya, sebagai bagian pelaksanaan gerakan Mataram Sadar Administrasi Kependudukan (Gemarkan). Karena jika tidak memiliki buku nikah, maka anak-anak mereka akan kesulitan mendapatkan administrasi kependudukan lainnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here